Kementerian Agama Republik Indonesia atau Kemenag RI baru-baru ini membuat terobosan baru dengan meluncurkan kartu nikah berbasis teknologi informasi. Kartu ini sebagai wujud inovasi pelayanan nikah yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag dan akan diberikan kepada kedua mempelai pengantin, bersamaan dengan pemberian buku nikah usai dilaksanakannya akad nikah. Kartu nikah merupakan kartu identitas yang memiliki akurasi data dan mudah dibawa ke mana saja.

Culture | tehnologi
Foto : Ist

Kartu nikah ini memiliki bentuk persis seperti e-KTP maupun kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Diharapkan, para pasangan suami istri tak perlu lagi repot-repot membawa buku nikah ketika bepergian, terutama untuk menginap di homestay maupun hotel nantinya.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, kartu nikah ini dibuat bukan sebagai pengganti buku nikah, melainkan sebagai pelengkap yang memudahkan pasangan suami istri, karena tersambung dengan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Selain terhubung dengan aplikasi data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang dikelolah oleh Kementerian Dalam Negeri, aplikasi ini juga memuat semua data dari pasangan pengantin yang tentu saja membawa keuntungan bagi para pemegangnya.

Culture | tehnologi
Foto : Ist

Jika dulu harus membawa buku nikah saat bepergian, maka kini cukup membawa kartu nikah saja, karena di dalamnya sudah tercantum berbagai informasi riwayat pernikahan seseorang, di antaranya nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, hingga tempat dan tanggal nikah. Intinya, jika seseorang sudah tercatat riwayat pernikahannya di aplikasi SIMKAH, maka status perkawinannya juga otomatis terdata di Dukcapil setempat.

Culture | tehnologi
Foto : Ist

Perlu Anda ketahui, semua data riwayat pernikahan tersebut terekam di kartu nikah yang dapat diakses melalui barcode kecil di bawah foto. Jika barcode tersebut dipindai, maka semua data pasangan pengantin yang terhubung dengan SIMKAH web akan tersaji lengkap. Menariknya, inovasi kartu nikah ini tak seperti buku nikah yang rentan terhadap pemalsuan. Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Mohsen mengungkapkan, kartu nikah ini didesain sedemikian rupa dengan fitur-fitur pengaman yang baik dan canggih, sehingga tak mudah dipalsukan.

Post your comments on Facebook