Jika ada pertanyaan siapa pasangan yang paling romantis sejagad tanah air ini? Sudah pasti jawabannya adalah pasangan Sophan Sophiaan dan Widyawati. Mereka berdua dipertemukan dalam sebuah film dan merajut rumah tangga hingga maut memisahkan saat Sophan Sophiaan wafat pada tahun 2008 silam karena kecelakaan motor.

Pasangan ini diibaratkan satu paket, dalam sebuah film atau sinetron dimana ada Widyawati pasti ada Sophan Sophiaan entah itu menjadi pasangannya atau sutradanya. Mereka saling melengkapi hingga membuat banyak pasangan lain iri. Sophan Sophiaan dan Widywati menikah pada tanggal 9 Juli 1972, dan sudah dikaruniai dua anak laki-laki bernama Roma Sophiaan, dan Romi Sophiaan.


Awal dipertemukan lewat film Pengantin Remaja pada tahun 1971. Dalam film ini Widyawati dan Sophan Sophiaan berperan sebagai Romi dan Juli dengan cerita percintaan yang melodramatik dan mampu mengaduk-ngaduk emosi penonton. Berawal dari film tersebut mereka terlibat cinta lokasi lalu menikah. Sejak saat itu Sophan Sophiaan dan Widyawati berkarya bersama dalam setiap film.


Beberapa film yang mereka bintangi bersama seperti Romi dan Juli (1974), Perempuan Kedua (1990) hingga film terakhir berjudul, Love (2008). Jika tidak dipertemukan dalam satu frame, Sophan Sophiaan lah yang menjadi sutradara bagi film-film Widyawati. Diantaranya Jinak-jinak Merpati (1975), Bunga Kecil (1978), Arini, Masih ada Kereta yang Akan Lewat (1987), dan Sesal (1994).

Ada 3 cara dalam mempertahankan hubungan ala Widyawati dan Sophan Sophiaan. Pertama adalah saling mengucapkan kata I Love You setiap saat meskipun sudah tua. Kedua adalah saling menjaga ego agar tidak sering terjadi pertengkaran dalam rumah tangga. Dan yang terakhir adalah, langsung berkomunikasi saat ada masalah dan menyelesaikan saat itu juga.


Widyawati selalu mendukung apupun karir sang suami tercinta. Selain menjadi bintang film dan sutradara, Sophan Sophiaan juga seorang politikus. Dia perrnah menjadi anggota fraksi DPR tahun 1992-1997. Meski begitu Widyawati tetap selalu mendukung suaminya sekalipun saat itu Sophan Sophiaan mengundurkan diri pada tahun 2002.

Kepergian Sophan Sophiian membuat Widyawati jatuh dan rapuh. Diibaratkan Sophan dan Widyawati adalah sepasang burung dan jika hanya salah satunya pergi maka burung tersebut menjadi pincang. Begitu juga dengan kisah Widyawati dan Sophan Sophiaan, kepergian sang suami pada tahun 2008 membuat hati Widyawati menjadi rapuh bahkan beberapa kali jatuh sakit hingga harus dirawat kerumah sakit. Walaupun begitu, Widyawati tak mau berlarut-larut dalam kesedihan. Dia segera bangkit dengan alasan tak mau merepotkan anak-anak dan keluarganya.


Hampir Sembilan tahun ditinggal sang suami, tak membuat rasa cinta Widyawati terhadap Sophan Sophiaan padam. Dia tetap bermain film seperti biasanya karena mengingat perkataan sang suami untuk tetap berkarya di dunia akting. Bahkan disetiap acara award, Widyawati tak pernah lupa menyebutkan rasa terima kasih dan cintanya kepada mendiang suaminya.

Post your comments on Facebook