Viralnya pemberitaan di media sosial tentang seorang bapak dari Banjarmasin yang memosting kondisi putrinya (Echa 13 tahun) yang sudah tertidur selama 10 hari 10 malam tanpa bangun membuat rasa penasaran warganet mengenai penyakit tidur sang putri yang menghabiskan tidurnya selama 13 hari tersebut.

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

Kondisi tidur yang tidak normal tersebut dikenal dengan nama KLS atau Kleine-Levine Syndrome. Penyakit ini termasuk penyakit yang langka dimana KLS adalah penyakit syaraf yang membuat penderitanya tidak mampu mengontrol rasa kantuknya. Karena si penderita bisa tertidur selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan dalam waktu yang tidak bisa diprediksi tergantung berapa lama penyakit KLS ini kambuh menyerang penderitanya.

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

Penderita KLS bisa bangun  hanya untuk mandi, makan atau ke kamar kecil. Ketika bangun dari tidur panjangnya, biasanya penderita akan merasa sangat kelelahan dan bahkan bertingkah seperti anak kecil sebab sebagian memorinya terhapus. Ingatan yang hilang itu akibat terlalu lamanya seseorang tidur yang diakibatkan oleh KLS. Penyakit ini akan kambuh dan berulang terhadap penderita tanpa peringatan apapun. Semuanya terjadi secara tiba-tiba.

Para peneliti dari Amerika Serikat menyatakan bahwa penyakit KLS ini merupakan mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orangtua penderita. Namun untuk memastikan secara medis penyebab penyakit tidur lama layaknya ‘putri tidur’ ini masih belum diketahui secara pasti. Sementara beberapa penelitian berpsekulasi bahwa ada kemungkinan kecenderungan pada penyakit genetik atau penyakit keturunan dan gangguan autoimun. Namun, penelitian terbaru menyebutkan bahwa adanya keterkaitan dengan defisiensi dopamin sebab adanya kepadatan transporter di bawah striatum susunan saraf pusat.

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

Kleine-Levin Syindome ini pertamakali diberi nama dan dilaporkan secara ilmiah oleh Willi Kleine dan Max Levin pada tahun 1925. Sindrom ini pertamakali ditemukan oleh dokter Prancis Pierre Edme Chauvot de Beauhemoda pada tahun 1786. Ketika penderita bangun dari tidurnya, ia akan sangat sensitif terhadap cahaya dan suara yang rendah sekalipun.

Penyakit ‘putri tidur’ ini ternyata lebih banyak menyerang kaum pria dibandingkan kaum wanita dengan rasio 3:1. Salah satu alasan mengapa penderita wanita cenderung lebih sedikit daripada penderita pria adalah faktor ras, walaupun wanita mengalami pubertas lebih awal. Usia yang rentan mengidap KLS sekitar 6-59 tahun.

Beauty | heatlhy & fitnes
Foto : Ist

Adapun gejala-gejala yang bisa diketahui yaitu, penderita sering diam secara terus menerus, mengeluh kepalanya pusing dan hanya mau tidur, wajahnya tanpa ekspresi, serta mudah marah. Dalam episode tidur panjangnya, otak penderita KLS tidak dapat memproses informasi. Saat ia tidur mimpinya terasa nyata, dan sebaliknya ketika terjaga ia akan berhalusinasi dan terasa tidak nyata. Dengan demikian penderita akan mengalami penurunan aspek kognitif.

Sayangnya, beberapa diagnosa mengarahkan bahwa penderita KLS merupakan penyakit yang berhubungan dengan masalah gangguan kejiwaan. Walau penyakit ini masih belum bisa disembuhkan secara total, namun pemberian obat-obatan seperti amfetamin, methylphenidate dan modafinil dianggap mampu membuat kualitas hidup penderita meningkat.

Post your comments on Facebook