Film terbaru Marvel, Black Panther, yang telah tayang di bioskop sejak minggu lalu mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari publik. Hingga kemarin, film tersebut dilansir dari CNN Money telah meraup keuntungan sebesar $426,6 juta secara global, baik dari penjualan tiket, merchandise dan lainnya. Di Indonesia, beberapa hari sebelum Black Panther mulai tayang, enam label perancang busana bekerja sama dengan Disney Indonesia untuk meluncurkan koleksi busana bertema film tersebut.

Enam label yang turut serta dalam franchise busana ini adalah Populo Batik, Shop at Velvet, JD.ID, Monstore, Matahari Department Store dan Canvas Living. Disney Consumer Products Director untuk Disney Indonesia, Mochtar Sarman, mengatakan bahwa koleksi busana ini ditujukan bagi penggemar Black Panther dari kalangan muda. Tema yang ditawarkan adalah stylish, fresh dan tentunya kekinian. Disney Indonesia memang sengaja memilih untuk bekerjasama dengan desainer lokal dengan harapan dapat membaca keinginan dan selera konsumen lokal.

Populo Batik dalam kesempatan ini tidak menonjolkan pola batik tradisional. Populo menghadirkan model Gunungan, yaitu motif batik yang disamarkan dalam warna-warna hitam sesuai kostum Black Panther. Selain itu, Populo juga menghadirkan gaun elegan yang hampir semodel dan sewarna dengan pakaian karakter Ramonda dan Shuri. Filosofi yang dibawa Populo dalam proyek ini adalah kekuatan dan perlindungan alam yang sejalan dengan kearifan lokal.

Fashion | Trends
Foto: Ist

Matahari Department Store menyuguhkan koleksi kaos dan sweatshirt. Warna hitam ditambah logo Black Panther mendominasi desainnya. Beberapa desain lainnya menonjolkan warna putih, abu-abu dan charcoal. Head of Marketing Communication and Fashion Director Matahri, Imelda Like Wahyu, menyatakan bahwa keikutsertaan Matahari dalam franchise ini merupakan komitmen perusahaan dalam rangka menyediakan ragam jenis busana.

Fashion | Trends
Foto: Ist

Monstore yang memiliki pangsa pasar anak muda mengeluarkan beberapa koleksi apik, mulai dari atasan perempuan bernuansa abu, putih dan charcoal beserta bawahannya yang bernuansa silver metalik, hingga koleksi kaos pria tanpa lengan. Untuk memperkaya cita rasa desainnya, Monstore sepertinya juga mengeksplorasi tampilan Black Panther versi komik.

Fashion | Trends
Foto: Ist

Nuansa desain dan motif Afrika sebagai latar film Black Panther yang penuh dengan warna ala tribal diwakili oleh label Shop at Velvet. Selain itu, tersedia juga model busana wanita yang classy dan cocok untuk dipakai ke kantor dengan nuansa warna putih, merah dan hitam. Presentasi warna yang dihadirkan label ini tampak senafas antara karakter Nakita yang diperankan oleh Lupita Nyong’o dengan koleksi Spring 2018 Shop at Velvet.

Fashion | Trends
Foto: Ist

JD.ID dan Canvas Living menyuguhkan koleksi yang didominasi warna hitam, silver metalik dan abu-abu. Canvas Living menyediakan merchandise dalam bentuk seperti ID Tag, card holder, notebook case, key wallet dan laptop carrier. Canvas Living dikenal sebagai pionir aksesoris berbahan silkscreened canvas sejak tahun 2006. Sementara JD.ID menyediakan koleksi action figure dan memento lainnya, mulai dari topeng Black Panther, shoe bag hingga payung.

Uniknya, di beberapa situs dagang online lokal, ditemukan produk baju koko yang terinspirasi motif dan warna baju T’Challa. Baju koko tersebut bukan bagian dari official merchandise film Black Panther akan tetapi baju kokonya dirancang dan diiklankan sedemikian rupa untuk menarik para penggemar film tersebut.

Post your comments on Facebook