Pada tanggal 18 April 2018, Kota Bandung kembali semarak memperingati perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA). Konferensi tersebut dicetuskan oleh Indonesia beserta negara-negara Asia dan Afrika lainnya pada tahun 1955 di Bandung sebagai sebuah aksi politik kontinental untuk menjunjung perdamaian, kemerdekaan dan kedaulatan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Selain itu, KAA juga dimanfaatkan sebagai corong suara penentangan terhadap penjajahan dan kolonialisme. Sejak tahun 2009, Pemerintah secara rutin memperingati KAA dengan beragam kegiatan. Tahun ini, Pemerintah Kota Bandung akan menggelar serangkaian acara peringatan KAA sepanjang bulan April.

Culture | Events
Foto: Ist

KAA pada tahun 1955 merupakan inisiasi dari negara-negara Asia-Afrika yang baru saja memperoleh kemerdekaan. Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India dan Pakistan merupakan negara-negara penggagasnya. Keadaan politik, khususnya di negara-negara Barat dan Cina, yang sedang memanas pada saat itu menjadikan KAA sebagai momen bagi negara-negara Asia dan Afrika untuk saling mengkonsolidasikan posisinya dalam kancah politik global. Salah satu resolusi yang dihasilkan KAA 1955 adalah “Dasasila Bandung” yang berisi pernyataan dukungan untuk kerukunan dan kerjasama dunia. KAA kemudian menjadi gerakan politik global karena merupakan salah satu dasar terbentuknya Gerakan Non-Blok pada tahun 1961.

Dilansir dari laman Pikiran Rakyat (13/04), Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Aswin Sulaeman, menerangkan bahwa Pemerintah telah mengundang 109 negara untuk mengikuti rangkaian acara peringatan KAA tahun ini. Ia melanjutkan bahwa telah ada 74 negara yang mendaftarkan diri. Negara-negara tersebut diundang untuk meramaikan Asia Africa Carnival 2018 yang akan diadakan pada tanggal 29 April 2018 di sepanjang Jalan Asia Afrika.

Pada bulan lalu, UPT Museum Konferensi Asia Afrika telah melaksanakan beberapa kegiatan terkait peringatan KAA. Kepala UPT Museum, Meinarti Fauzie, mengungkapkan bahwa pada tanggal 18-31 Maret lalu, mereka mengadakan lomba mewarnai tingkat TK dan SD secara online yang diikuti oleh 543 peserta se-Indonesia. Sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan, yang merupakan semangat KAA, UPT Museum juga telah melaksanakan Gerakan Sosial Donor Darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia.

Culture | Events
Foto: Ist

Pada hari Rabu lalu, UPT Museum menggelar upacara penaikan bendera 109 negara Asia Afrika dan bendera PBB yang dilaksanakan oleh sekitar 400 Paskibraka Kota Bandung. Pada tanggal 21 April 2018, UPT Museum menggelar Bandung Historical Study Games yang akan diikuti oleh sekitar 600 peserta. Kemudian pada tanggal 23 April 2018, akan diselenggarakan acara bincang-bincang dan jamuan the dengan para saksi sejarah KAA 1955. Salah satu tokoh yang akan hadir adalah Abah Landung, seorang aktivis antikorupsi yang pernah menjadi relawan KAA pada tahun 1955.

Post your comments on Facebook