Konser Amal | Angklung Hamburg Orchestra
(Foto:dokumentasi AHO)

Angklung Hamburg Orchestra (AHO), komunitas angklung terbesar di Jerman, kembali mengadakan konser ketiganya yang diselenggarakan pada tanggal 22 April 2017 lalu. Setelah mengantongi kesuksesan dari konser 8 tahun lalu, kini suara angklung kembali berkumandang di tanah Eropa. Kelompok Orchestra ini terdiri lebih dari 40 anggota yang berasal dari berbagai macam latar belakang dan usia. Mereka mengantarkan keindahan suara yang dihasilkan dari alat musik bambu tersebut dalam konser amal yang bertemakan “Around the World and Through the Time”. Tidak kurang dari 300 penonton yang hadir di gedung Miralles Saal, Hamburg malam itu terhipnotis oleh alunan musik instrumen dari Indonesia.

Pembacaan puisi Aku karya Chairil Anwar oleh Sekar Mayah Wahyuni Wahyudi menjadi pembuka konser amal tersebut. Pembacaan puisi dibagi menjadi 2 sesi, yakni Root yang berarti akar dan Displacement yang berarti berhijrah. Menjadi pembuka pada sesi pertama adalah lagu Lalayaran – Hariring Haleuang Tembang yang berasal dari Jawa Barat. Dipimpin oleh Prio Adhi Setiawan, Angklung Hamburg Orchestra memainkan beberapa lagu daerah pada sesi pertama ini, diantaranya adalah lagu Jali – Jali, Anging Mamiri, dan Yamko Rambe Yamko. Tidak puas sampai disitu, mereka juga memainkan lagu – lagu yang familiar di telinga masyarakat Jerman seperti lagu The Entertainer dan Freude Schöner Götterfunken, Symphony No. 9 karya Beethoven.

Sesi kedua konser amal ini dimeriahkan oleh sentuhan alunan musik oriental yang dibawakan oleh Ziad Khawan, yang merupakan salah seorang pengungsi Suriah. Dipimpin oleh Hanif Sudarbo dan Adrian Janitra Putra, mereka membawakan 6 lagu, diantaranya adalah New York New York, Santorini hingga Pompeii. Seolah mengajak para penonton yang hadir malam itu menaiki mesin waktu dan menjelajah melalui alunan instrumen angklung. Di samping itu, setiap hentakan dan irama angklung membuat emosi para penonton ikut larut di dalamnya. Dimulai dari lagu yang bersemangat yaitu Theme from Game of Thrones, dilanjutkan dengan lagu When You Believe hingga lembutnya lantunan lagu Bunda yang sempat membuat bulu kuduk berdiri diikuti isak tangis penonton.

Konser Amal | Angklung Hamburg Orchestra
(Foto:dokumentasi AHO)

Angklung Hamburg Orchestra memenuhi permintaan penonton untuk memainkan satu lagu terakhir yaitu Do Re Mi – Sound of Music dan diikuti dengan riuh tepuk tangan penonton. Konser amal ini merupakan buah kerjasama warga Indonesia di Hamburg dengan KJRI Hamburg dan PPI Hamburg. Hal tersebut membuktikan bahwa masih banyak muda mudi Indonesia yang peduli tidak hanya pada pengenalan kebudayaan Indonesia di Eropa namun juga kepedulian terhadap sesama. Dana yang terkumpul melalui penjualan tiket malam itu, kotak amal dan tombola mencapai lebih dari 3.500 Euro (sekitar 50 juta rupiah). Donasi yang terkumpul akan disumbangkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di Suriah dan fasilitas bagi pendidikan anak – anak korban perang yang mengungsi di Libanon melalui organisasi Islamic Relief Jerman. Organisasi tersebut merupakan organisasi internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan yang telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan dan pembangunan di seluruh dunia.

Post your comments on Facebook