Tanisha Scott merupakan koreografer yang berada di balik layar gerakan-gerakan dance populer di dunia musik hip-hop dan R&B. Beberapa koreografi fenomenalnya dapat dilihat pada video klip “Gimme the Light” yang dibawakan oleh Sean Paul, “Baby Boy” yang dibawakan oleh Beyonce dan “Hotline Bling” yang dibawakan oleh Drake. Kini, Tanisha aktif menjadi koreografer untuk Rihanna. Penampilan live Rihanna di perhelatan Grammy dengan dance yang glamor di lagu “Wild Thoughts” adalah salah satu koreografi Tanisha yang banyak mendapatkan pujian.

Culture | Profile
Foto: Ist

Selain mahir di bidang koreografi, Tanisha juga merupakan kiblat fashion bagi klien-kliennya. Beberapa penampilan Rihanna dengan baseball cap merupakan inspirasi fashion dari Tanisha. Dalam wawancaranya dengan Vogue (19/04), Tanisha mengungkapkan bahwa aturannya yang paling utama dalam setiap situasi pekerjaannya adalah untuk selalu memperhatikan gaya busana. Baginya, fashion sangat berhubungan dengan koreografi karena groove koreografi harus sejalan dengan groove busana yang dikenakan.

Keutamaan fashion bagi Tanisha adalah sebagai sarana pendukungnya untuk menggerakkan tubuh sefleksibel mungkin. Pemikiran yang sangat sederhana tersebut sejalan dengan caranya mengeksplorasi busana-busananya. Bagi Tanisha, ia mengambil inspirasi dari orang-orang secara umum. Selain itu, Tanisha juga seringkali browsing dan menyesuaikan (mix and match) busana-busana yang ditemukannya di internet. Kepada Vogue, Tanisha mengistilahkan gaya busananya “style without boundaries”.

Culture | Profile
Foto: Ist

Salah satu tips Tanisha dalam berbusana adalah mengenakan busana yang cocok di segala cuaca. Jaket dan pakaian-pakaian oversize merupakan salah satu ciri khas Tanisha. Selain itu, Tanisha merekomendasikan untuk selalu up to date dengan berbelanja busana-busana signature dalam beragam warna. Koleksi busana Tanisha sangat beragam, mulai dari yang paling elegan sekelas Louis Vuitton, yang sporty seperti Adidas dan Nike hingga produk diskon (post-season) dari Bloomingdale, bahkan hingga pasar loak. Kepada Vogue, Tanisha mengisahkan setiap berbelanja busana, ia selalu mengacuhkan tampilan busana yang dipajang pada manekin dan lebih sering mengobrak-abrik rak diskonan karena biasanya barang-barang yang jarang dipakai orang atau kurang diminati berada di rak tersebut. Itu adalah cara Tanisha untuk selalu tampil beda.

Culture | Profile
Foto: Ist

Selain itu, Tanisha selalu menyesuaikan busananya dengan kliennya yang beragam. Apabila dirinya bekerja dengan sesama penari, maka sweater dan legging akan menjadi pilihan utamanya. Toh, dua pilihan busana tersebut memang identik dengan busananya para dancer. Lain halnya ketika Tanisha bekerja dengan klien yang bukan penari seperti aktor atau pemain film. Untuk bekerja dengan mereka, Tanisha lebih memilih pakaian yang casual. Hal tersebut merupakan strateginya agar sang klien tidak merasa terintimidasi melalui busana. Tanisha mencontohkan pengalamannya dengan beberapa klien yang langsung minder ketika melihat busananya yang ‘terlalu’ identik dengan dancer profesional. Walau bagaimanapun, situasi kerja Tanisha umumnya bersifat give and take. Kepada Vogue, Tanisha mengungkapkan bahwa pada akhirnya ia dan setiap kliennya selalu saling menginspirasi satu sama lain.

Post your comments on Facebook