Seperti halnya penyakit fisik yang sangat berpengaruh bagi kesehatan dan kualitas hidup, depresi pun tak kalah berbahayanya tapi justru tak banyak yang menyadari hal tersebut. Menurut The Anxiety and Depression Association of America, sebanyak 6,7 persen orang Amerika hidup dengan depresi dan 18,6 persen lainnya mengidap gangguan kecemasan. Bahkan, penyakit mental ini disebut-sebut menduduki peringkat 10 sebagai penyebab kematian paling tinggi di dunia.

Hal ini cukup membuktikan bahwa depresi merupakan sesuatu yang sangat berbahaya dan sudah saatnya bagi kita untuk memahaminya secara mendalam. Tak hanya demi membantu diri kita sendiri, tapi juga untuk orang-orang di sekitar kita. Oleh karena itu, simak ulasan mengenai jenis depresi berikut ini.

1.   Major depressive disorder

Jenis Depresi
Foto: Ist

Jika boleh dikatakan, major depressive disorder adalah bentuk depresi paling umum. Apabila kamu merasakan lima atau bahkan lebih dari gejala yang disebutkan di bawah ini selama periode waktu yang bertahan lama atau setidaknya dua minggu, maka kemungkinan besar kamu menderita jenis depresi ini. Berikut adalah ciri-ciri dari major depressive disorder.

  • Insomnia atau tidur secara berlebihan
  • Kehilangan minat untuk beraktivitas
  • Kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan
  • Memiliki perasaan bersalah, malu, atau tidak berharga
  • Merasa putus asa atau pesimis
  • Mudah tersinggung dan gelisah
  • Sedih terus-menerus

Setiap orang memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda pada tiap gejalanya dan dalam kasus yang lebih parah, major depressive disorder ini bisa melumpuhkan kemampuan untuk makan, tidur, belajar, bekerja atau kehidupan sehari-hari secara umum.

2.   Peripartum depression

 

Jenis Depresi
Foto: Ist

Seorang wanita yang mengalami depresi berat di minggu dan bulan setelah melahirkan sangat berisiko mengalami depresi peripartum atau postpartum. Namun jangan salah, hal ini sangat berbeda dengan baby blues pada umumnya. Peripartum depression disebabkan oleh perubahan hormon dan fisik yang masif, serta perubahan gaya hidup dan tanggung jawab yang memicu stres dan depresi bagi sebagian ibu. Menurut penelitian, hampir sebanyak 10 – 15 persen wanita mengalami depresi pascapersalinan. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk depresi jenis ini adalah dengan psikoterapi dan konseling secara berkala.

3.   Psychotic disorder

Jenis Depresi
Foto: Ist

Umumnya, para pengidap depresi psikotik juga menderita beberapa gejala psikotik seperti;

  • Delusi atau keyakinan yang salah
  • Halusinasi atau melihat bahkan mendengar hal-hal yang tidak ada
  • Paranoia atau salah mempercayai bahwa orang lain sedang berusaha menyakitinya

Psychotic disorder seperti ini bisa diobati dengan kombinasi antidepresan, terapi bicara, dan obat antipsikotik.

4.   Seasonal affective disorder

Jenis Depresi
Foto: Ist

Seasonal affective disorder merupakan salah satu jenis depresi yang terjadi di musim tertentu, seperti misalnya musim hujan atau musim panas. Para ahli berpendapat, kurangnya asupan sinar matahari ternyata dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan memicu emosi. Hal ini terbukti dari banyaknya orang yang merasakan stres dan depresi di awal musim hujan maupun musim panas.

5.   Situational depression

Jenis Depresi
Foto: Ist

Penyakit mental satu ini disebabkan saat seseorang sedang mengalami kesulitan secara tiba-tiba dalam hidupnya, seperti kehilangan pekerjaan dan perceraian. Para psikolog menyatakan, situational depression ini sebagai sindrom respon stres yang biasanya dapat diatasi dengan cara konseling dan psikoterapi.

6.   Substance-Induced mood disorder

Jenis Depresi
Foto: Ist

Jenis obat-obatan tertentu nyatanya berpotensi memengaruhi kesehatan mental seseorang dan substance-induced mood disorder merupakan salah satu bentuk akibatnya. Penyalahgunaan zat dari obat-obatan ini bisa menyebabkan depresi kronis pada si pengguna. Umumnya, depresi ini bisa diatasi dengan cara rehabilitasi, pengobatan, dan terapi bicara.

7.   Trauma-based or Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Jenis Depresi
Foto: Ist

Secara garis beras, PTSD merupakan gangguan mental yang bisa berkembang saat seseorang menyaksikan atau mengalami peristiwa traumatis seperti perang, kecelakaan, kekerasan seksual, atau situasi yang mengancam keselamatan jiwanya. Beberapa gejala dari PTSD ini termasuk  mimpi buruk, panik atau kecemasan yang dipicu oleh memori traumatis. PTSD dapat disembuhkan dengan pemberian antidepresan, obat anti kecemasan, hingga terapi bicara.

Bila kamu menyadari adanya salah satu dari gejala-gejala depresi di atas dialami oleh anggota keluarga, teman, atau orang terdekatmu, maka dekati dan berikan pemahaman pada mereka. Kadang, para pengidap depresi tak tahu kondisi diri mereka sebenarnya atau mungkin malah tidak berani mengungkapkan karena adanya perasaan malu, putus asa, hingga bersalah. Yuk, lebih peduli dengan orang-orang di sekitarmu agar bisa hidup lebih baik lagi.

Post your comments on Facebook