Gila belanja sering kali dijadikan terapi yang efektif untuk segala persoalan dan kebutuhan terhadap gaya hidup. Di Inggris, bahkan jumlah orang yang memiliki “penyakit serius” dan gila belanja. Penderita “penyakit” ini melebihi jumlah gabungan orang yang bermasalah terhadap alkohol dan obat-obatan terlarang. Hal tersebut terdapat dalam artikel yang dilansir The Guardian.

Para ahli berpendapat, 10% (dengan jumlah perempuan dua kali lipat dibandingkan dengan kaum lelaki) dari populasi adalah pembelanjaan kompulsif. Sebagian besar memiliki persoalan serius mengenai hutang, atau kondisi yang memicu perpecahan keluarga, depresi, atau bahkan perilaku bunuh diri.

Dalam sejarah mencatat, terdapat manusia (yang kala itu tergolong modern pada masanya) yang gemar membelanjakan uangnya secara berlebihan. Berikut ini adalah 5 daftar manusia gila belanja yang sudah dirangkum oleh Wanita.me.

1. Evalyn Walsh McLean

gila belanja | Shop Style
Foto: Ist

Evalyn merupakan istri miliarder Edward McLean, pemilik perusahaan surat kabar Washington Post. Pasangan ini menikah pada tahun 1908, dan memutuskan untuk berbulan madu di Eropa. Dalam perjalanannya tersebut, Evalyn dikabarkan menghabiskan lebih dari 200.000 dolar AS atau sekitar Rp 2,6 Miliar. Uang itu sebagian besar dihabiskan untuk membeli perhiasan dan berlian. Pada satu waktu, Evalyn juga dikabarkan melakukan belanja dan kursi penumpang mobil Rolls Royce miliknya. Ia meminta pemilik toko untuk membawakan barang-barang yang dibelinya.

2.Mary Todd Lincoln

gila belanja | Shop Style
Foto: Ist

Mary merupakan istri dari Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat yang berjasa dalam menghapuskan perbudakan. Berbeda dengan suaminya, Mary justru memiliki kebiasaan belanja yang mencengangkan. Mary langsung menghabiskan anggaran perbaikan rumah dan dekorasi selama empat tahun. Saat itu hanya dalam rentan waktu satu tahun setelah ia datang ke Gedung Putih. Sebagian besar anggaran tersebut dihabiskan untuk membeli keramik Tiongkok dan wallpaper Perancis. Akibat ulahnya, Mary pun terjerat hutang sehingga harus menjual berbagai furnitur Gedung Putih. Namun, setelah kejadian tersebut, ia tidak berhenti berbelanja. Ia membeli gaun senilah 2.000 dolar AS dan 300 pasang sarung tangan.

3.William Randolph Hearst

gila belanja | Shop Style
Foto: Ist

Setelah ibunya meninggal dunia karena epidemik flu di tahun 1919, Hearst mewarisi 11 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 1,5 Triliun. Dengan uang tersebut, ia membeli 28 surat kabar terkemuka dan 19 majalah. Berkat gila belanja, Hearst memiliki jaringan media terbesar di dunia dan melipatgandakan kekayaannya sampai 10 kali lipat pada masa itu. Kemudian, pada tahun 1919 sampai tahun 1947, Hearst menghabiskan jutaan dolar untuk menghias pertenakan keluarganya di California. Ia juga mengubah bangunannya menjadi arsitektur Gothic dengan 56 kamar tidur, 61 kamar mandi, dan 19 ruang keluarga.

4.Gerd Heidemann

gila belanja | Shop Style
Foto: Ist

Jurnalis dan mata-mata Jerman Timur, Gerd Heidemann merupakan penggemar berat Nazi. saking menggemari Hitler, ia menjual rumahnya untuk membeli kapal yacht komandan Nazi Hermann Georing. Akibatnya, Heidemann terbelit hutang sampai dia “menemukan” 62 volume buku harian Adolf Hitler. Heidemann kemudian meyakinkan majalah Jerman Barat, Stren untuk membeli buku harian itu seharga 5 juta dolar AS atau sekitar Rp 66,7 Miliar.

5.Imelda Marcos

Istri Presiden ke-10 Filipina, Ferdinand Marcos itu menjadi bahan perbincangan hangat dalam dunia konsumerisme. Ia memiliki kebiasaan dalam berbelanja yang membuat banyak orang terhenyak. Sebagai Ibu negara, Imelde tidak menyia-nyiakan kekuasaan tersebut. Di bawah pemerintahan suaminya, Filipina memiliki angka korupsi yang tinggi, ekonomi yang terpuruk, tetapi keluarga presiden tetap bergelimang harta. Imelda Marcos meninggalkan sekitar 3.000 pasang sepatu saat ia dan suaminya melarikan diri dari Filipina, pada revolusi tahun 1986.
Ada pun salah satu cerita belanjanya yang paling legendaris, adalah ketika ia berlibur ke Roma, New York, dan Kopenhagen pada tahun 1983. Dalam perjalanan 90 hari tersebut, ia menghabiskan uang 7 juta dolar AS (sekitar Rp 91 Miliar, kurs Rp 13.000) untuk berbelanja.
Di New York, ia menghabiskan 3 juta dolar AS (Rp 39 Miliar), untuk membeli perhiasan mewah dan mobil limosin. Di Roma, ia membeli lukisan Michelangelo seharga 3,5 juta dolar AS (Rp 45,5 Miliar). Ketika berhenti di Bandara San Fransisco, Imelda menghabiskan sekitar Rp 26,7 juta hanya untuk membeli permen karet.
Dalam sebuah perjalanan ke Roma, Marcos meminta pesawatnya berputar balik. Imelda meminta hal tersebut karena pesawat tersebut tidak memiliki keju yang dapat disajikan dalam hidangan. Ia meminta pesawat kembali ke Roma hanya untuk membeli keju yang diinginkan.

Post your comments on Facebook