Culture | enterpreneur
Foto : Ist

Seperti yang kita tahu bahwa hampir semua orang di dunia ini sudah menggunakan  Facebook untuk berkomunikasi dengan lebih banyak orang. Media sosial ini lebih familiar karena lebih mudah digunakan dan mempunyai jangkauan yang luas dibandingkan dengan media sosial lainnya. Muda dan kaya, dua kata itulah yang bisa menggambarkan Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Facebook. Pria kelahiran 14 Mei 1984 ini mendapat peringkat kelima sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes pada bulan Juli 2017. Pengusaha dan programer komputer ini sudah mendapatkan kekayaannya dari internet sebanyak 71.8 milyar US$.

Culture | enterpreneur
Foto : Ist

Pemilik nama lengkap Mark Elliot Zuckerberg ini menunjukkan ketertarikannya dalam bidang program komputer sejak berusia dua belas tahun. Pria kelahiran White Plains, New York ini adalah anak seorang dokter gigi, Edward Zuckerberg dan Karin. Ibu Mark bekerja sebagai psikiater sebelum melahirkan keempat anaknya Mark, Randi, Donna dan Arielle.

 

Di usia yang masih sangat muda itu, Mark menggunakan Atari BASIC untuk membuat sebuah program pengiriman pesan yang dinamakan Zucknet. Awalnya program ini hanya digunakan untuk berkomunikasi antar anggota keluarganya saja. Selain itu Edward juga menggunakan program ini di tempat praktenya. Program ini digunakan resepsionis untuk mengirimkan pesan kepada Edward saat ada pasien baru yang datang. Mark kecil juga membuat game di komputer bersama teman-temannya.

Setelah melihat anaknya yang sangat berbakat di bidang komputer, orangtua Mark mendatangkan guru privat komputer bernama David Newman. Mark belajar dan bekerja bersama Newman sekali dalam satu minggu. Disaat yang bersamaan Mark juga mengikuti kursus pascasarjana di Mercy Collage terdekat.

Setelah itu Mark belajar di Phillips Exeter Academy, sebuah sekolah persiapan di New Hampshire. Disana suami dari Priscilla Chan menunjukkan bakatnya dan menjadi kapten tim sekolah. Selain itu dia juga unggul di bidang sastra. Namun, ketertarikannya terhadap komputer tidak dapat berhenti dan terus mengembangkan program baru.

Versi awal perangkat lunak musik Pandora, yang disebut Synapse, diciptakannya pada saat masih berada di bangku SMA. Saat itu beberapa perusahaan seperti AOL dan Microsoft berminat untuk membeli perangkat lunak tersebut. Perusahaan ini juga tertarik untuk memperkerjakan remaja ini, namun ditolaknya.

Zuckerberg mendaftar di Harvard, setelah lulus dari Exeter pada tahun 2002. Saat itu dia mengembangkan perangkat lunak go-to di kampus dan membuat program yang disebut CourseMatch. Sebuah program yang membantu siswa memilih kelas berdasarkan pilihan kursus. Setelah itu dia juga menemukan Facemash, sebuah program yang membandingkan dua gambar siswa di kampus dan memungkinkan penggunanya untuk memilih mana yang lebih menarik. Namun, tak lama kemudian program ini ditutup oleh administrasi sekolah karena dianggap tidak pantas.

Setelah keberhasilannya dengan beberapa proyek sebelumnya, Mark mendapatkan tawaran dari Divya Narendra, kembar Cameron dan Tyler Winklevoss untuk menggarap situs jejaring sosial yang disebut Harvard Connection. Situs ini dirancang untuk menggunakan informasi dari jaringan mahasiswa untuk menciptakan situs kencan bagi elit Harvard. Remaja ini setuju, tapi akan segera keluar dan bekerja di situs jejaring sosialnya sendiri bersama Dustin Moskovitz, Chris Hughes dan Eduardo Saverin.

Bersama teman-temannya, Mark menciptakan situs yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profilnya sendiri, mengunggah foto dan berkomunikasi dengan oengguna lainnya. Situs ini disebut Facebook-out yang digunakan dari kamar asrama di Harvard  sampai Juni 2004. Dua tahun kemudian Mark keluar dari perguruan tinggi dan mengabdikan seluruh waktunya pada Facebook. Dia memindahkan perusahaan tersebut ke Palo Alto, California.

Perusahaan modal ventura Accel Partners memberikan dorongan pada Mark pada tahun 2005 dengan menginvestasikan sebesar $ 12.7 juta ke dalam jaringan. Pada saat itu jaringan hanya terbuka bagi mahasiswa Ivy saja. Perusahaan Mark kemudian memberikan akses pada perguruan tinggi lain, sekolah menengah dan sekolah internasional. Hal ini menjadikan facebook mempunyai 5,5 juta pengguna pada bulan Desember 2005. Situs itu kemudian membuat perusahaan lain tertarik dan ingin beriklan dengan pusat sosial yang terpopuler. Mark menolak tawaran dari Yahoo! dan MTV Networks, kemudian lebih memilih memperluas situs dengan membuka proyek ke pengembang luar dan memperbanyak situs.

Bulan April 2015, Mark meluncurkan internet.org di Indonesia. Setelah setahun sebelumnya pria yang identik dengan t-shirt warna abu-abu ini mengunjungi Kampoeng Cyber, Yogyakarta. Tempat ini disebut dengan desa maya dimana komunitas datang dan diatur untuk terhubung ke internet. Pria ini berbicara dengan beberapa pemilik toko dan mendapatkan ide untuk membantu orang membagi talenta dan gagasan mereka ke dunia. Setelah hari itu, semua orang di Indonesia akan memiliki kesempatan untuk berbagi di internet dan mengakses layanan gratis. Pria ini juga akan menurunkan biaya mengakses internet dan meningkatkan kesadaran akan nilai internet.

Post your comments on Facebook