Setelah resmi menikah dengan Pangeran Harry, Meghan Markle mendapatkan gelar Duchess of Sussex. Duchess merupakan gelar kebangsawanan bagi wanita. Uniknya, Meghan merupakan Duchess of Sussex pertama setelah lebih dari satu abad posisi tersebut tidak terisi. Pangeran Harry dianugerahi gelar Duke of Sussex secara langsung dari sang nenek, Ratu Elizabeth II, dalam rangkaian acara pernikahannya dengan Meghan. Gelar tersebut membuat Pangeran Harry menjadi Duke of Sussex yang ke dua dalam sejarah.

Duke of Sussex yang pertama adalah Pangeran Augustus Frederick, putra keenam dari Raja George III dan Ratu Charlotte. Pangeran Augustus mendapatkan gelar tersebut pada tahun 1801 di hari kelahirannya. Sayangnya, pernikahan Pangeran Augustus tidak direstui oleh Kerajaan Inggris karena ia menikahi wanita dari kalangan rakyat jelata, bukan bangsawan. Akibatnya, selain sang istri, dua anak Pangeran Augustus pun dianggap tidak sah untuk mendapatkan ataupun mewarisi gelar-gelar kerajaan dan kebangsawanan. Gelar Duke of Sussex akhirnya terputus tanpa pewaris setelah Pangeran Augustus meninggal pada tahun 1843.

Culture | Profile
Foto: Ist

Kini, melalui kuasa Ratu Elizabeth II, gelar Duke of Sussex diberikan kepada Pangeran Harry, yang secara otomatis membuat Meghan menjadi Duchess of Sussex. Meskipun banyak rumor yang beredar bahwa gelar tersebut memang sudah direncanakan untuk diberikan pada Pangeran Harry, pihak kerajaan mengungkapkan bahwa Pangeran Harry telah berdialog dengan sang nenek mengenainya dan walau bagaimanapun seluruh penganugerahan gelar kerajaan menjadi hak mutlak Ratu. Tradisi mencatat bahwa setiap anggota inti kerajaan mendapatkan gelar tertentu di pernikahannya, bahkan terkadang lebih dari satu gelar, sebagaimana dikutip dari laman Daily Mail (19/05).

Selain gelar Duke of Sussex, Pangeran Harry juga digelari Earl of Dombarton dan Baron Kilkeel. Earl of Dombarton merupakan gelar kaum bangsawan di Skotlandia, sementara Baron Kilkeel merupakan gelar kaum ningrat di Irlandia. Untuk itu, Pangeran Harry dan Meghan akan menjadi dua sosok penting di Britania Raya. Dilansir dari laman Daily Mail (19/05), ahli etika kerajaan Inggris, William Hanson, mengungkapkan bahwa mulai saat ini, semua orang harus menyapa Meghan dengan sebutan “Yang Mulia” (Your Royal Highness) dan diikuti dengan Tuan Puteri (Ma’am) sebagaimana Pangeran Harry sejak dahulu disapa dengan sebutan “Yang Mulia” dan “Tuan” (Sir).

Post your comments on Facebook