Tidak terasa telah lebih dari 15 hari bulan Ramadhan berjalan. Dalam kurun tersebut, tubuh seharusnya telah terbiasa menjalani rutinitas berpuasa beserta kesibukan sehari-harinya. Namun, ada satu hal yang sulit dibiasakan, yaitu melawan rasa ngantuk. Untuk itu, kali ini WANITA.me akan membahas beberapa tips melawan rasa ngantuk agar ibadah berpuasa dan aktivitas sehari-hari di paruh akhir bulan Ramadhan ini semakin optimal serta mempersiapkan kebugaran tubuh untuk menghadapi lelahnya aktivitas mudik dan berlebaran. Tips-tips berikut disarikan dari berbagai sumber.

Menjaga Pola Tidur

Rutinitas ibadah bulan Ramadhan setidaknya memang mengubah pola tidur normal kita. Rangkaian ibadah Ramadhan seperti shalat tarawih, shalat malam dan sahur tentu akan menyita jam tidur dan menyebabkan rasa ngantuk di siang hari apabila tidak diikuti dengan pola tidur yang baik. Dari sisi ajaran agama Islam, Nabi Muhammad SAW mengajarkan agar menyegerakan tidur setelah shalat Isya untuk kemudian bangun di sepertiga malam. Artinya, hal serupa dapat dilakukan sepulang shalat tarawih, yaitu menyegerakan tidur dan istirahat.

Family | Family Health
Foto: Ist

Terdapat beberapa studi ilmiah mengenai tidur yang menyatakan bahwa durasi atau lamanya tidur memanglah penting, akan tetapi tidak secara langsung berhubungan dengan kualitas tidurnya. Sebagai contoh, Sara Mednick dalam bukunya Take a Nap, Change Your Life! (2006), mengungkapkan bahwa tidur 30 menit di siang hari dapat memulihkan stamina dan metabolisme otak, sementara tidur siang yang lebih lama dari itu malah mengakibatkan menurunnya kemampuan kognitif.

Menjaga Konsumsi Makanan

Family | Family Health
Foto: Ist

Dilansir dari Vemale.com (31/05), menyantap jenis makanan tertentu pada waktu sahur dapat menyebabkan rasa kantuk di siang hari. Untuk itu, pilihlah makanan yang memiliki kandungan vitamin, protein dan karbohidrat kompleks. Makanan bervitamin tentunya seperti sayur dan buah-buahan. Sementara jenis makanan yang beprotein adalah daging dan telur. Makanan berkarohidrat kompleks seperti biji-bijian, kacang-kacangan dan gandum umumnya memiliki serat tinggi sehingga baik bagi pencernaan. Jangan lupa, terlepas dari jenis-jenis makanan yang menyehatkan tersebut, tentunya utamakan bersantap sahur atau berbuka puasa dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan.

Berolahraga

Family | family heathly
Foto: Ist

Rutin berolahraga di kala puasa tentu sangat menyehatkan, selama tidak dilakukan secara berlebihan. Walau bagaimanapun, aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan kualitas tidur. Waktu yang baik untuk berolahraga di bulan Ramadhan adalah di pagi hari dan sore hari. Hal yang perlu diingat adalah jangan memaksakan diri berolahraga di sore hari apabila kondisi tubuh terasa lemas setelah beraktivitas seharian karena dapat menyebabkan dehidrasi.

Post your comments on Facebook