Culture | Events
Foto // Wanita.me

Pakailah pundakku saat kau menangis. Keluarkanlah hingga tak berbekas. Biarkan kupungut puing yang tersisa. Dan kupeluk hingga kau kembali tersenyum. Kalimat tersebut merupakan penggalan lirik yang ada di dalam albuk (album-buku) karya Fiersa Besari bertajuk 11:11 yang dirilis pada 11 November 2018 kemarin, di Theater Terbuka Dago Tea House, Bandung. Fiersa Besari memang dikenal sebagai musisi indie sekaligus penulis buku yang sudah tak perlu diragukan lagi kepiawaiannya dalam merangkai kata.

Culture | books
Foto : Ist

Albuk 11:11 ini merupakan proyek penggabungan antara album musik dengan buku yang bertujuan untuk merilis ulang album musik lama Fiersa, serta memadukannya dengan naskah, sehingga akhirnya membentuk cerita yang terhubung dengan musik. Ini merupakan kali kedua Fiersa, setelah April tahun 2017 lalu, ia merilis albuk pertama yang berjudul Konspirasi Alam Semesta sekaligus kumpulan cerpen perdananya di IFI Bandung.

Culture | Events
Foto // Wanita.me

Sesuai dengan nama yang diambil, albuk 11:11 ini berisi sebelas cerita pendek yang diiringi sebelas lagu berbagai kisah. Ada kisah tentang iblis yang curhat pada malaikat di sebuah halte bus; kisah tentang dua manusia yang jatuh cinta di dunia realitas-virtual; kisah tentang terpidana mati yang berkirim surat pada seorang kuli bangunan; kisah tentang seniman kiri yang harus merelakan musikus borjuis lepas dari genggamannya dan lain sebagainya. Hampir seluruhnya mengusung tema romantis, meski sering kali gelap, tragis, namun mencerahkan dengan begitu baik.

Culture | events
Foto // Wanita.me
Culture | books
Foto : Ist

Mengenai sampul albuk 11:11 sendiri memang dibuat nyaris sama dengan albuk sebelumnya, Konspirasi Alam Semesta karena keduanya merupakan proyek yang sama, yakni album-buku yang terhubung antara literasi dan musik. Bekerja sama dengan penerbit Mediakita, distribusi Albuk 11:11 tak hanya beredar di toko musik konvensional dan online saja seperti iTunes, Spotify, Amazon Music dan lain sebagainya, tapi juga toko buku di Tanah Air.

Culture | Events
Foto // Wanita.me

Pun halnya dengan seluruh karya tulis Fiersa seperti Garis Waktu, Catatan Juang, dan Arah Langkah bisa didapatkan di toko-toko buku konvensional dan online seluruh Indonesia. Konsep ini dianggap memudahkan pembeli, bahkan konsep tersebut juga dirasa sangat jarang dilakukan oleh musisi dan penulis di Indonesia.  

Post your comments on Facebook