Dalam artikel sebelumnya, wanita.me sudah membahas 3 hal mengenai sosok Ibu Kartini. Selanjutnya wanita.me akan membahas kembali 4 hal yang belum dibahas dalam artikel ini.

sosok ibu kartini | Opinion
Foto: Ist

4. Anda dapat melihat sosok dirimu sendiri pada Kartini. Beliau adalah seorang anak yang patuh namun pemberani, cerdas namun menyayangi, hormat pada tradisi tetapi setia mengejar mimpi.

• Sama seperti kita, Kartini lahir di dalam keluarga yang merawat dan menyanginya. Ia dekat dengan ayahnya dan kakak laki-lakinya, yang terhitung berpikiran lebih terbuka daripada masyarakat Jawa pada masanya. Tetapi sebagai perempuan, tentu ia diharapkan untuk tetap menjaga tradisi. Padahal Kartini juga mempunyai mimpi-mimpinya sendiri. Kartini sama seperti anak muda pada umumnya. Setiap hari, ia berjuang menyeimbangkan keinginan pribadi dan tuntutan lingkungannya. Kartini juga dapat menjadi teladan Anda, bagaimana kepatuhan tak berarti Anda tidak bisa jadi pemberani. Sementara, sikap hormat pada tradisi bukan berarti Anda tidak boleh mengejar mimpi.

5. Kartini adalah pendekar perempuan. Tapi, Anda para laki-laki sebenarnya tidak kalah berhutang besar.

• Kartini memang menaruh perhatian besar pada nasib kaum perempuan. Tentu wajar, karena ia sendiri perempuan sejati. Tetapi, Anda para laki-laki sebenarnya punya hutang yang sama besarnya. Di dalam surat-suratnya, Kartini bukan hanya berbicara sol nasib kaum perempuan saja. Ia juga memberikan perhatian yang sama pada nasib rakyat jelata yang tersiksa di bawah penjajahan Belanda. Ia juga bercerita betapa lucunya tingkah laku pegawai pemerintah Hindia Belanda jika pergi ke kota-kota di luar Batavia dan mengobrol dengan rakyat Jawa. Lama setelah wafatnya, Kartini menginspirasi perjuangan putra-putri Indonesia. Beasiswa yang awalnya disediakan untuk beliau belajar direlakannya untuk Agus Salim, yang kemudian menjadi salah satu menteri paling berpengaruh di masa awal kemerdekaan Indonesia. Dan tahukah Anda bahwa Reformasi di tahun 1998 juga berhasil karena para demonstran memanfaatkan momentum Hari Kartini.

6. Apa tujuannya, membanding-bandingkan perjuangan Kartini dengan pahlawan perempuan lainnya?

sosok ibu kartini | Opinion
Foto: Ist

• Mungkin Anda juga sering mendengar tentang pertanyaan tersebut. Kenapa yang diperingati jasanya seolah-olah Cuma Kartini saja? Padahal juga banyak pahlawan-pahlawan wanita lainnya yang Indonesia miliki. Christina Martha Tiahahu, misalnya, meninggal saat berperang melawan Belanda waktu usianya baru 17 tahun. Cut Nyak Dien memimpin langsung perjuangan rakyat Aceh termasuk saat gerilya di hutan. Belum lagi ada Dewi Sartika, Rasuna Said, dan Cut Nyak Meutia. Namun seperti yang sudah disebutkan, apa maknanya membanding-bandingkan perjuangan? Kartini jadi lebih terkenal, mungkin, karena beliau bisa diterima lebih banyak kalangan. Walau ia perempuan ningrat Jawa, ia pun menarik bagi masyarakat Belanda, penulis legendaris Pramoedya, sampai kaum Muslim di Indonesia.

7. Perjuangan beliau belum selesai. Mari, mulai cari tahu apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini.

sosok ibu kartini | Opinion
Foto: Ist

• Sudah tahun 2017, PR kita semakin banyak dan lama-lama akan menumpuk. Perjuangan belum selesai hanya sekarang perempuan sudah bisa sekolah dan mencari pekerjaan. Kita semua harus lebih berusaha agar, untuk para laki-laki atau pun perempuan, untuk membuat Indonesia menjadikan tempat yang lebih nyaman. Dan jangan luap bahwa Kartini tidak “hanya” memperjuangkan kesetaraan, tetapi juga kemajuan negeri. Menurut Anda, apakah beliau akan cukup puas pada keadaan Indonesia yang saat ini? Di saat masih banyak anak-anak di pelosok negeri yang gagap membaca, saat masih banyak yang melakukan kekerasan atas nama agama, saat masih ada pemukiman warga yang digusur tiba-tiba, itulah tanda bahwa kita semua harus melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.

Untuk itu, sekarang saatnya kita semua fokus untukk mengembangkan diri. Bukankah itu syarat untuk memajukan negeri ini? Selamat Hari Kartini, 21 April 2017 

Post your comments on Facebook