Siapa yang tidak bisa menahan rasa gemas melihat bayi mungil dan imut. Mencubit geregetan pipinya, menggendongnya hingga mengayunkan sambil berputar-putar seringkali dilakukan atas rasa gemas. Bahkan, ketika sang bayi menangis, beberapa tips menyarankan agar menggendong sambil mengayunkannya. Semua hal tersebut sangat menghibur bagi sang bayi dan aman selama tidak dilakukan dengan tenaga yang berlebihan. Guncangan secara paksa dan terlalu keras pada bayi dapat menyebabkan cidera pada otak yang dapat berakibat fatal. Hal tersebut dinamakan shaken baby syndrome.

Family | Family Health
Foto: Ist

Shaken baby syndrome pada umumnya dialami oleh bayi berusia di bawah 2 tahun. Namun pada kasus-kasus tertentu, sindrom tersebut bisa terjadi pada bayi berusia 3-5 tahun. Dilansir dari media Healthline, shaken baby syndrome paling rentan terjadi pada bayi berusia 6-8 minggu yang umumnya mudah menangis. Perlu ditekankan bahwa bayi memiliki sistem otot yang sangat lemah dan otak yang sangat lembut serta rentan terhadap tekanan atau gangguan fisik. Guncangan pada bayi dengan tenaga atau waktu yang berlebih dapat menyebabkan sindrom tersebut.

Perlu diketahui pula bahwa kebanyakan kasus shaken baby syndrome seringkali disebabkan oleh orang tua yang emosi dan frustrasi ketika bayinya tak kunjung berhenti menangis. Sehingga anda tidak perlu khawatir berinteraksi dan bermain dengan bayi. Menggoyangkan bayi di pangkuan dan gendongan atau bahkan melempar bayi sedikit ke atas dengan suka ria tidaklah berbahaya selama dilakukan dengan tenaga yang wajar dan tidak berlebihan.

Family | Family Health
Foto: Ist

Gejala shaken baby syndrome antara lain adalah rewel, muntah, susah makan atau bahkan tidak merasa lapar. Gejala lebih lanjutnya adalah detak jantung yang melambat, kesulitan untuk mendengar dan kejang-kejang. Dalam kasus terparahnya, shaken baby syndrome dapat menyebabkan kebutaan hingga kematian. Sementara cidera otak ringan akibat shaken baby syndrome yang tak terdeteksi dalam jangka panjang dapat berpengaruh pada tingkat konsentrasi dan emosi anak.

American Red Cross merekomendasikan hal-hal berikut sebagai pertolongan pertama bagi bayi yang mengalami shaken baby syndrome. Pertama, rebahkan bayi dengan hati-hati untuk menghindari cidera punggung. Kedua, jika bayi telah berusia 1 tahun, letakkan dua jari anda di tengah tulang dada bayi. Jika bayi di atas satu tahun , letakkan satu tangan di tengah tulang dada bayi. Kemudian gunakan tangan anda yang lain untuk menopang kepala bayi. Ketiga, berikan kompresi pada dada bayi dengan menekannya sebanyak 30 kali dengan cepat dan tenaga yang konsisten. Keempat, berikan pernafasan buatan. Sepanjang proses tersebut, pantau terus nafas bayi sambil juga menyiapkan keperluan untuk membawa bayi ke rumah sakit.

Post your comments on Facebook