Seluruh rakyat Indonesia hingga dunia internasional pasti sudah tidak asing lagi dengan nama B.J Habibie. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936 ini tak hanya dikenal sebagai mantan presiden Indonesia saja, tapi juga dikenal karena sederet karyanya yang membanggakan.

Bacharuddin Jusuf Habibie yang akrab dipanggil dengan Eyang ini juga dikenal sebagai ilmuwan yang mumpuni. Namun kini, putra terbaik bangsa yang diakui dunia itu telah tiada. B.J Habibie wafat pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB,  di RSPAD Gatot Soebroto akibat gagal jantung. Berikut fakta-fakta untuk mengenang sosok B.J Habibie.

1.   B.J Habibie memiliki sederet gelar pendidikan

B.J Habibie
Foto: Ist

Habibie memiliki nama dan gelar yang cukup panjang. Gelar-gelar tersebut diperolehnya setelah menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri. Jika dituliskan secara lengkap, nama beliau akan menjadi Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie.

Diketahui, B.J Habibie menempuh pendidikan strata satunya di Institute Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat usai menyelesaikan SMA di Goverments Middlebare School dan kemudian melanjutkan pendidikan ke Jerman.

2.   B.J Habibie kehilangan sang ayah sejak berusia 14 tahun

B.J Habibie
Foto: Ist

B.J Habibie merupakan putra dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini. Beliau adalah anak keempat dari delapan bersaudara yang kehilangan sosok ayah sejak berusia 14 tahun, tepatnya pada September 1950 karena serangan jantung.

Habibie lantas melanjutkan hidup bersama saudara-saudaranya di bawah asuhan sang ibunda. Tepat di usia 26 tahun, ia mempersunting seorang gadis cantik bernama Hasri Ainun Besari yang kemudian dikenal oleh khalayak sebagai Ainun Habibie. Keduanya menikah pada 12 Mei 1962 hingga akhirnya terpisahkan oleh maut akibat kanker ovarium yang menyerang Ainun.

3.   B.J Habibie lulus dengan predikat cum laude

B.J Habibie
Foto: Ist

Ketika di Jerman, B.J Habibie memilih jurusan Teknik Penerbangan yang spesialisasinya pada konstruksi pesawat di Rhein Wesfalen Aachen Technische Hochschule. Beliau berhasil mendapat gelar Diploma Ing dengan predikat cum laude alias sempurna. Tak lama setelah itu, ia melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama dan menerima gelar Dr Ingenieur dengan predikat summa cum laude alias sangat sempurna.

4.   B.J Habibie salah satu putra terbaik bangsa yang diakui dunia

B.J Habibie
Foto: Ist

Ketika menimba ilmu di Jerman, B.J Habibie sempat mencetuskan rumus untuk menghitung crack progression on random yang kemudian dikenal dengan Faktor Habibie. Penemuannya ini tak hanya sekadar rumus belaka, karena telah diakui lembaga internasional, seperti Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Luar Angkasa Jerman), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The US Academy of Engineering (Amerika Serikat) dan The Academie Nationale de I’Air de I’Espace (Prancis). Selain itu, Habibie juga memperolah sejumlah penghargaan lain, di antaranya sebagai guru besar di ITB dan penghargaan Edward Warner Award, serta Theodore Van Karman Award.

5.   B.J Habibie tercatat sebagai presiden ketiga RI

B.J Habibie
Foto: Ist

Prestasi B.J Habibie nyatanya tak hanya di bidang teknologi saja, beliau juga menorehkan prestasi di bidang politik dalam negeri. Pasca pengunduran diri Soeharto yang didesak mundur oleh rakyat Indonesia pada 1998 silam, B.J Habibie akhirnya menjabat sebagai presiden ketiga Republik Indonesia. Bahkan, saat itu ia menamakan kabinetnya dengan sebutan Kabinet Reformasi Pembangunan, meski hanya bertugas selama 17 bulan saja sebelum digantikan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Selamat jalan, Eyang Habibie! Seluruh karya dan jasamu dalam membangun negeri ini akan senantiasa terkenang sepanjang masa.

Post your comments on Facebook