Salah satu cara membahagiakan diri sendiri adalah dengan menghargai diri karena itu berarti menerima segala kelebihan dan kekurangan diri, tidak membenci, dan menyesalkan kelemahan yang dimiliki. Karena sejatinya, kelemahan pun masih bisa diubah melalui usaha dan kerja keras.

 

Kamu perlu memahami, bahwa kualitas diri seseorang tidak dilihat dari penilaian orang lain melainkan dilihat dari keikhlasan kita menerima sekaligus memperjuangkannya. Lalu, apa saja sih cara untuk menghargai diri sendiri yang perlu kita praktikkan demi terciptanya bahagia? Simak ulasannya berikut ini.

1. Menerima kenyataan diri

Bisa dibilang, sikap ini merupakan salah satu sikap yang cukup sulit diterapkan bagi sebagian orang. Banyak orang sering kali mengeluh dan bergumam untuk melampiaskan ketidakpuasan atas keadaan yang menimpa dirinya. Namun, penerapan sikap penerimaan diri inilah yang justru menandakan bahwa seseorang mampu mengakui kenyataan dirinya sendiri, bagaimana pun menyedihkannya nasib yang dideritanya. Oleh karena itu, beranilah bersikap jujur dalam menerima kenyataan sepahit apapun itu. Tak ada gunanya menyesal karena penyesalan hanya akan memperkeruh keadaan.

Menghargai diri agar bahagia
Foto: Ist

2. Berusaha jadi insan bermanfaat

Pada kutipan kata-kata bijak yang sering kita temui, dikatakan bahwa untuk menjadi orang baik itu mudah, cukup diamlah saja, tapi untuk menjadi orang bermanfaat, maka kamu harus berusaha. Pesan yang dapat kita ambil dari kutipan tersebut untuk menghargai diri adalah jika kita berusaha untuk menjadi sebaik-baiknya manusia, maka lama-kelamaan kita tidak akan tertarik lagi melakukan hal-hal buruk yang tentunya tidak produktif. Kita akan lebih fokus mencari kesempatan untuk selalu menebar kebaikan di lingkungan sekitar.

Menghargai diri agar bahagia
Foto: Ist

3. Menjalani hidup penuh syukur

Dalam urusan dunia yang fana ini, hendaknya kita tidak lupa bahwa apa-apa yang kita punya tidak terlepas dari rahmat Tuhan yang Maha Esa, maka hendaklah kita melihat ke bawah. Melihat orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung kita, hidup tidak lebih nyaman dari kita, sandang pangannya tidak tercukupi seperti kita, atau melihat ke arah sudut pandang saudara-saudara kita yang hidup menderita dan penuh ketakutan di medan perang.

Ingatlah itu semua agar kita bisa selalu bersyukur atas segala pemberian Tuhan. Bayangkan saja jika kita dapat membahagiakan mereka dengan sedikit uluran tangan kita, betapa bahagianya hati ini ketika melihat senyuman mengembang di wajah mereka.

Menghargai diri agar bahagia
Foto: Ist

4. Hati-hati dalam bertindak

Mengapa berhati-hati termasuk dalam sikap menghargai diri sendiri? Karena pada dasarnya, setiap baik maupun buruknya perbuatan yang dilakukan ada konsekuensinya masing-masing. Ketenangan jiwa bisa muncul dari amal perbuatan yang kita kerjakan. Jika seseorang berbuat buruk untuk memenuhi nafsunya semata, maka sama halnya ia menganiaya dirinya sendiri dan menjadikannya sumber gelisah di hati. Ditambah lagi, ia akan mendapat dosa sebagai ganjaran dan balasan nyata di dunia pada waktunya nanti.

Namun, jika Tuhan masih berkehendak untuk memberikan waktu bertaubat, lalu seseorang itu segera memohon ampun dan bertekad tidak mengulanginya, niscaya ampunan Tuhan akan terbuka luas.

Menghargai diri agar bahagia
Foto: Ist

5. Percaya diri atas apa yang dimiliki

Orang yang percaya diri adalah orang yang merasa puas dan memaksimalkan apa yang ia miliki, baik kelebihan dalam suatu bidang dan sebagainya. Kita harus sadari, apa yang menjadi kekayaan diri ini. Namun, jika kita belum menemukannya, maka jangan pernah putus asa, terus asah apa yang bisa dikembangkan menjadi suatu keunggulan nyata di antara lainnya.

Menghargai diri agar bahagia
Foto: Ist

Perlu diingat, keberhasilan tidak berasal dari hal-hal hebat yang kita miliki tapi berasal dari kesederhanaan yang senantiasa disyukuri, ditajamkan dengan konsistensi, dan diusahakan secara berkelanjutan. Semoga bermanfaat.

Post your comments on Facebook