Bagi Anda yang ingin merasakan ohanami atau tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, kini tak perlu jauh-jauh lagi. Pasalnya, Anda bisa menikmati tradisi yang sama dengan menatap keindahan tanaman mirip bunga Sakura bernama Tabebuya di Kota Surabaya, yang belakangan ini viral di sosial media. Bunga yang memiliki nama ilmiah Tabebuia ini adalah jenis tanaman yang berasal dari Brasil. Tak sedikit orang yang menyebut pohon besar ini sebagai tanaman Sakura karena bentuknya yang memang begitu mirip.

Living | travel
Foto : Ist

Bu Risma adalah pencetus ide penanaman Tabebuya

Ide penanaman Tabebuya di beberapa ruas jalanan Surabaya ini berasal dari Ibu Risma yang kala itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya. Saat itu, Pemkot Surabaya memang memiliki program untuk melakukan peremajaan ruang terbuka hijau demi keasrian kota. Bu Risma sendiri mengaku, saat itu ia sedang mencari cara agar Surabaya terlihat lebih asri dan akhirnya mendapatkan ide untuk menanam Tabebuya yang bibit bunganya berasal dari petani di Kediri dan Malang.

Living | travel
Foto : Ist

Struktur Tabebuya cocok ditanam di pinggir jalan raya

Tabebuya memiliki batang pohon yang kokoh dan tak mudah tumbang, serta cabang ranting yang kecil, sehingga cukup aman untuk ditanam di pinggir jalan raya. Daunnya yang rimbun bisa jadi habitat beragam biota seperti, burung dan juga kupu-kupu. Akar pohonnya pun tergolong ramah bangunan.

Keunggulan lainnya yang dimiliki Tabebuya adalah perawatannya yang mudah. Tanaman yang masuk dalam suku Bignoniaceae ini habitat aslinya berada di iklim kering, sehingga tak memerlukan banyak air dan bisa bertahan dalam paparan sinar matahari yang cukup tinggi. Selain itu, tentu saja Tabebuya bisa berguna untuk menyerap CO2 dan polusi kendaraan yang berada di sekitarnya.

Tabebuya dan Sakura, serupa tapi tak sama

Living | travel
Foto : Ist

Jika diperhatikan lebih seksama, mulai dari batang pohon hingga jenis daun keduanya, Tabebuya dan Sakura memiliki karakteristik yang berbeda. Bahkan, mahkota bunga keduanya pun tidak bisa dibilang mirip. Sakura memiliki mahkota bunga yang dapat berguguran layaknya mawar, sedangkan Tabebuya justru memiliki bentuk kelopak yang seperti terompet dan bergerombol. Tak hanya itu saja, persebaran distribusi tanaman, waktu mekar, dan pemanfaatan kedua tanaman ini pun jauh berbeda.

Tabebuya memiliki manfaat kesehatan

Siapa sangka, bunga Tabebuya yang berwarna putih, kuning dan merah muda ini ternyata juga dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan berbagai penyakit di Amazon pada zaman dahulu, seperti demam, gangguan pencernaan, hingga sifilis. Konon, daun hingga kulit kayunya bisa digunakan untuk meredakan penyakit.

Tabebuya mekar dua kali dalam setahun

Living | travel
Foto : Ist

Momentum paling tepat untuk menikmati keindahan bunga Tabebuya yang berguguran adalah di bulan Oktober dan November. Bunga ini biasanya mekar di awal tahun, sekitar bulan April dan berkembang pada musim kemarau. Tabebuya yang mekar di Surabaya saat musim hujan seperti ini justru terbilang unik. Pasalnya, angin yang berembus saat mendung membuat daun-daun Tabebuya berguguran, sehingga menciptakan suasana romantis di sepanjang jalan Kota Pahlawan tersebut.

Bila Anda ingin menikmati suasana romantis dari gugurnya bunga Tabebuya ini, Anda bisa menyaksikan atau bahkan berfoto di beberapa ruas jalanan Surabaya, seperti Jalan Andayani, Ahmad Yani, Gayungsari, Kertajaya, dan jalan-jalan protokol lainnya.

Post your comments on Facebook