Penyakit Hib yang umumnya disebabkan oleh bakteri ini mungkin jarang terdengar di Indonesia. Namun, siapa sangka jika si bakteri berbahaya ini patut mendapat perhatian khusus karena dampak serius yang ditimbulkannya jika menyerang bayi.

Penyakit Hib ini berasal dari Haemophilus Influenzae tipe b yang merupakan bakteri penyebab terjadinya sejumlah penyakit serius, terutama anak kecil berusia di bawah lima tahun. Meski begitu, orang dewasa dengan kondisi medis tertentu seperti, HIV atau anemia sabit juga bisa terserang infeksi yang pernah menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Inggris beberapa waktu lalu.

1. Apa gejala Hib?

Penyakit Hib
Foto: Ist

Dikutip dari nhs.uk, bakteri Haemophilus Influenzae type b ini mampu bertahan hidup di dalam hidung dan tenggorokan manusia sehat tanpa menimbulkan gejala apapun. Bakteri ini umumnya menyebar melalui ingus atau lendiri penderita ketika batuk maupun bersin, karena memang cara penyebarannya sama persis dengan penyebaran virus influenza.

2. Apa dampak serius akibat bakteri Hib?

Penyakit Hib
Foto: Ist

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, infeksi akibat bakteri Hib ini lebih banyak menyerang anak di bawah usia lima tahun dengan angka kejadian tertinggi pada bayi berusia antara 6 hingga 12 bulan. Anak-anak yang telah terpapar bakteri Hib memiliki risiko berbagai penyakit serius seperti, infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), keracunan darah (septikimia), infeksi paru-paru (pneumonia), infeksi pada lapisan yang mengelilingi jantung (pericarditis), infeksi epiglottitis di mana ada katup yang menutup pintu masuk ke tenggorokan, infeksi pada sendi (artritis septik), infeksi kulit (selulitis), dan infeksi tulang (osteomyelitis).

Di antara sekian banyak penyakit serius tersebut, infeksi pada selaput otak atau meningitis merupakan salah satu penyakit terparah yang disebabkan oleh bakteri Hib ini. Setidaknya ada satu dari 20 anak meninggal karena meningitis dan di antara mereka yang bertahan hidup memiliki kemungkinan adanya masalah kesehatan permanen, seperti kerusakan otak, kejang-kejang, ketidakmampuan belajar, dan gangguan pendengaran.

3. Bagaimana cara mencegah penyakit Hib?

Penyakit Hib
Foto: Ist

Pencegahan penyakit Hib ini bisa ditekan dengan pemberian vaksin Hib. Berdasarkan penelitian, angka kasus infeksi yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus Influenzae tipe b ini berkurang secara signifikan sejak ditemukan vaksin tersebut seperti yang terjadi di Inggris pada tahun 1990-an. Dari 800 kasus yang terjadi, saat ini hanya ditemukan 20 kasus pertahunnya.

Merujuk dari keberhasilan vaksin Hib dalam menekan angka kejadian penyakit tersebut, maka sangat disarankan bagi anak-anak untuk mendapatkan vaksinasi Hib sebagai salah satu bentuk tindakan pencegahan penyebaran penyakit. Umumnya, vaksin Hib ini dilakukan secara bertahap saat anak berusia 2, 3, dan 4 bulan yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian booster saat ia berusia 1 tahun demi perlindungan jangka panjang yang lebih aman.

Post your comments on Facebook