Michelle Victoria Alriani akan mewakili Indonesia ke ajang Miss Earth Internasional di Filipina. Wanita cantik kelahiran Bandung, 20 April 1997 ini fasih dengan 4 bahasanya yaitu Indonesia, Jepang, Inggris, dan Prancis.

Michelle Victoria | Opinion
Foto: Ist

Michelle begitu sapaan akrabnya, akan mengusung filosofi Jawa “Hamemayu Hayuning Buwono” pada kontes Putri Lingkungan Hidup Sedunia. Hamemayu Hayuning Bawono sendiri bermakna usaha manusia untuk memperindah keindahan dunia. Dunia bersifat komprehensif yang mencakup kehidupan pribadi manusia (bawana alit), bangsa dan dunia (bawana ageng), dan dunia akhirat yang kekal (bawana langgeng). Selain itu, filosofi ini memaparkan lingkungan hidup yang kompleks. Hal itu mencakup dimensi budaya dan dimensi spiritual yang harus dipercantik oleh insan yang berperasaan halus dan berjiwa luhur.

Michelle Victoria | Opinion
Foto: Ist

Menurut Michelle, busana merupakan ungkapan doa yang lahir dari batin yang suci. Ia akan tampil dengan busana yang dirancang penuh makna luhur. Seperti warna putih menggambarkan kesucian hati, warna soft pink dan soft green melambangkan kelembutan batin, ornamen bunga menyimbolkan harapan dan kecantikan, seta ornamen burung yang berkaitan dengan ungkapan Golekana Tapake Kuntul Mabur (carilah telapak kaki burung yang sedang terbang). Ungkapan itu melambangkan pribadi luhur yang hidupnya tidak terjerat oleh hawa nafsu duniawi dan hanya berorientasi menyembah Tuhan serta melayani sesama. Bukan hanya itu, perhiasan yang digunakan juga cukup untuk, terdapat beberapa ornamen dari bahan bekas hasil daur ulang.

 

Mahasiswi Fakultas Hukum UGM ini menambahkan, saat dunia mengusung pemikiran modern untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup, ia menawarkan solusi alternatif berupa kearifan lokal Indonesia. Dalam persiapan menghadapi ajang Miss Earth Internasional 2017, Michelle tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh tokoh budaya Yogyakarta KPH Wironegoro bersama tim perancang busana dan perhiasan, antara lain, Idha Jacinta, Devina A, Yenny Lee, Debby Setyo, dan Jenny S. Wironegoro mengaku terpanggil untuk melibatkan diri dalam mempersiapkan Michelle. Karena diakuinya, sejauh ini kontes kecantikan dunia seperti Miss Universe, Miss World, Miss Internasional, dan Miss Earth lebih mempromosikan ide-ide barat. Menurutnya, kehadiran Michelle menjadi berbeda karena membawa pesan pesan lokal. Sejauh ini empat besar kontes kecantikan dunia mempromosikan ide-ide barat. Tetapi Michelle mengusung budaya Ngayogyakarto Hadiningrat di kancah global. Busana yang akan dikenakan Michelle akan membawa pesan Budaya Jogja melalui filosofi Hamemayu Hayuning Bawana. Pesan tersebut bermakna usaha manusia untuk memperindah keindahan dunia.

Michelle Victoria | Opinion
Foto: Ist

Miss Earth merupakan kontes kecantikan tahunan bertema lingkungan hidup yang mempromosikan kepedulian dan kepekaan terhadap masalah lingkungan di kancah Internasional. Final ajang yang diikuti banyak negara di dunia tersebut akan digelar pada November mendatang. Michelle bersama dengan tim akan berangkat ke Filipina pada tanggal 8 Oktober 2017 untuk mengikuti karantina.

Melalui ajang Miss Earth ini, diharapkan mampu membanggakan Indonesia, khususnya masyarakat DIY dalam meluaskan kebudayaan Indonesia dalam tingkat Internasional.

 

Post your comments on Facebook