Pada tahun 2015, Misty Copeland menjadi penari balet berkulit hitam pertama yang diangkat sebagai principal dancer untuk American Ballet Theatre dalam sejarah 75 tahun berdirinya. Principal dancer merupakan posisi tertinggi bagi seorang penari dalam sebuah grup atau kelompok tari profesional. Hingga kini kisah-kisah perjuangan Misty sebagai kaum minoritas untuk menembus industri tari balet banyak diangkat ke dalam buku dan dokumenter. Ia bahkan pernah masuk dalam jajaran Time 100: Most Influential People.

Kemampuan balet dan ketenaran Misty kemudian membawanya melanglang buana keluar dari industri tari balet. Ia terekspos dengan beragam endorsement dari produk-produk fashion. Dalam tiga tahun terakhir, wajah Misty telah menghiasi sampul depan majalah-majalah fashion ternama seperti Essence, Elle, Variety, Self dan banyak lainnya. Bahkan pada tahun lalu, Misty menjadi brand ambassador untuk Estée Lauder. Bersama Estée Lauder, Misty menjadi wajah bagi produk parfum Modern Muse, di mana ia dikontrak untuk berbagai iklan di televisi, media cetak dan digital.

Culture | Profile
Foto: Ist

Kepada CNN (28/05), Misty mengungkapkan bahwa sangatlah penting bagi wanita seperti dirinya, kaum minoritas yang sukses dalam berprofesi, untuk eksis dan tampil di banyak media. Misty berharap dapat menjadi inspirasi bagi kaum wanita kulit hitam yang sedang berjuang dalam hal apapun. “Pertama, saya rasa yang terpenting adalah orang tidak melihat saya sebagai aktris atau model. Saya adalah manusia. Saya adalah artis. Saya juga adalah wanita berkulit hitam. Saya adalah kesemua hal tersebut yang dapat menjadi cantik dalam perspektif saya sendiri,” tutur Misty kepada CNN.

Eksistensi atlet wanita kulit hitam di dunia endorsement bukanlah hal baru. Sebut saja atlet tenis Serena Williams bersama Nike, Vogue dan Vanity Fair. Kemudian adiknya Venus Williams bersama Polo Ralph Lauren. Juga, petinju wanita Laila Ali bersama Ford Motors dan Adidas. Walau demikian, Misty mengungkapkan bahwa ia sangat selektif dalam memilih endorser. Misty mengungkapkan bahwa, “Saya tidak akan berkomitmen kepada sesuatu yang tidak saya percayai. Hal itu sangat autentik bagi saya.”

Terbukti kemudian pada tahun lalu, Misty secara terbuka menentang pernyataan CEO Under Armour, brand yang menaunginya, yang mendukung kebijakan diskriminatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Melalui unggahannya di Instagram, Misty mengatakan bahwa, “Satu-satunya isu yang sangat saya dukung dan selalu berbicara tentangnya adalah mengenai keragaman dan inklusifitas. Sangatlah penting bagi saya dan partner serta sponsor untuk bersama-sama mendukung isu ini.” Pernyataan Misty kemudian didukung oleh banyak atlet dan artis ternama seperti pebasket Stephen Curry hingga Dwayne “The Rock” Johnson. Kevin Plank, CEO Under Armour, tidak lama kemudian mengklarifikasi dan meminta maaf atas ‘insiden’ tersebut.

Culture | Profile
Foto: Ist

Berbagai endorser memuji Misty atas kiprahnya di dunia balet dan eksistensinya dalam menggunakan endorsement sebagai platform baginya untuk menyuarakan banyak hal. “Saya selalu berpikir bahwa ini merupakan kewajiban, terlebih sebagai wanita kulit hitam yang memiliki kesempatan untuk berbicara dan berpihak atas hal-hal yang tidak saya setujui,” tutup Misty kepada CNN. Under Armour menggelari Misty sebagai “lambang wanita kuat”. Sementara Estée Lauder mempromosikan Misty sebagai “teladan luar biasa”.

Post your comments on Facebook