Culture | event
Foto : Ist

Peringatan Hari Air Sedunia atau World Water Day yang jatuh setiap tanggal 22 Maret setiap tahunnya di deklarasikan oleh PBB guna membantu mengingatkan kepada masyarakat di seluruh dunia, untuk senantiasa berjuang secara bersama-sama mengelola jumlah air bersih yang ada. Pada sidang umum PBB yang ke-47 yang diselenggarakan di kota Rio de Janeiro, Brazil tanggal 22 Desember 1992 lalu, Hari Peringatan Air Sedunia ini di umumkan. Melalui Pertemuan Dunia (Earth Summit) yang dicetuskan pada tahun yang sama, UNCED (United Nation Conference on Environment and Development) melaksanakan agenda tersebut dan diperingati setiap tahunnya sejak tahun 1993 oleh semua negara anggota PBB.

Persoalan ketersediaan air bersih ini menjadi perhatian penting oleh PBB, sebab mengingat masih banyak di berbagai negara yang masih mengalami krisis dan kekurangan sumber air bersih. Isu sosial mengenai air bersih berkaitan pada kepentingan jutaan umat manusia selain sebagai konsumsi, namun persoalan air juga menyangkut soal pentingnya menciptakan lapangan kerja dalam hal mendukung pembangunan ekonomi, sosial dan budaya manusia.

Culture | event
Foto : Ist

Air bersih merupakan persoalan dan tantangan tersendiri yang dialami hampir seluruh negara-negara di dunia. Dimana air merupakan komponen utama adanya kehidupan di muka bumi ini. Mengingat betapa lingkungan disekitar kita semakin hari mengalami kerusakan yang masuk dalam fase mengkhawatirkan, perubahan iklim yang signifikan di beberapa tempat bahkan cenderung ekstrim, tahun ini PBB mengusung tema “Nature for Water” pada Peringatan Air Sedunia tahun 2018 ini.

PBB mengajak kita semua untuk mengeksplorasi tentang bagaimana cara kita menggunakan alam supaya bisa mengatasi tantangan perihal air bersih di abad ke-21 ini. Selain itu, PBB menghimbau untuk membantu mengembangkan lahan-lahan hijau dan sebisa mungkin menyeimbangkan dengan laju pertumbuhan bangunan. Salah satu caranya dengan cara menanami pohon-pohon kembali, gerakan reboisasi seperti program yang pernah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia di masa orde baru dan memulihkan lahan basah untuk menyeimbangkan siklus air.

Beberapa jenis pohon yang biasa ditanam dalam aktivitas penanaman pohon ialah pohon bakau, pohon jati, pohon akasia dan lain sebagainya. Penanaman dilakukan di area seperti taman kota, pinggir jalan, di lingkungan sekolah dan di beberapa tempat yang belum banyak ditumbuhi pepohonan.

Setiap tahun, tema yang diusung untuk memperingati Hari Air Sedunia berbeda. Misalnya, tema yang diangkat tahun 2017 lalu ialah “Manfaatkan Kembali Air Limbah dan Selamatkan Bumi dari Krisis Air Bersih”.

Culture|Events
Foto : Ist

Permasalahan air bersih telah mendorong dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian publik perihal perlunya upaya yang dilakukan secara sinergis oleh seluruh komponen masyarakat di dunia dalam rangka memanfaatkan sumber daya air sekaligus tetap menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan. Di Indonesia, peringatan Hari Air Sedunia diperingati dengan aksi sejumlah Polwan terjun ke sungai untuk membersihkan sungai dari sampah.  Apa yang akan Anda lakukan untuk merayakan Hari Air Sedunia?

Post your comments on Facebook