Nick Jonas dan Priyanka Chopra akhirnya resmi menikah, setelah menggelar acara peresmian mereka yang bergaya barat pada Sabtu (1/12/2018) di Umaid Bhawan Palace, Rajasthan, India. Dilansir dari laman People, mereka kembali mengadakan pesta perkawinan Hindu India di hotel yang sama pada keesokan harinya. Priyanka Chopra terlihat begitu memesona dengan kain sari berwarna merah, sedangkan Nick Jonas mengenakan pakaian tradisional pria India, lengkap dengan turban penutup kepala.

Living | wedding
Foto : Ist

Nick Jonas dan Priyanka Chopra memang sebelumnya telah dikabarkan bertunangan pada Juli 2018 lalu, sebelum akhirnya memutuskan untuk naik ke pelaminan di bulan ini. Priyanka merupakan aktris asal India yang berhasil menyabet gelar sebagai Miss World tahun 2000 silam, sedangkan Jonas adalah seorang penyanyi, sekaligus musisi yang lahir dan tumbuh di Amerika Serikat. Tak heran, jika pesta pernikahan keduanya diselenggarakan sebanyak dua kali dengan budaya Hollywood berpadu Bollywood yang kental untuk menghormati warisan dan budayanya masing-masing.

Nick Jonas dan Priyanka Chopra bahkan mengikuti ritual pranikah, seperti Ganesh Puja yang puncaknya berakhir di pesta Sangeet bersama seluruh keluarga. Chopra pun menjalani ritual melukis tato menggunakan henna Mehendi dan upacara Haldi yang diikuti pula oleh Jonas, namun di tempat terpisah.  

Ritual pernikahan ala India yang sarat makna

Banyak sekali  tipe-tipe pernikahan digelar setiap tahunnya di India. Perbedaan ini terjadi karena acara pernikahan ala India dipengaruhi oleh agama, preferensi pengantin, dan juga kultur daerah. Meski begitu, 80 persen pernikahan tersebut menganut gaya seremoni Hindu, seperti yang dilakukan oleh Jonas dan Chopra.

Living | wedding
Foto : Ist

Pernikahan Hindu India biasanya dibagi menjadi dua bagian, yaitu ritual pranikah dan upacara pernikahan. Ada beberapa seremoni sebelum menikah yang penting dijalani kedua mempelai menurut marriage.com, yakni Sagai, Sangeet, Tilak, Haldi, Ganesh Puja, dan Mehendi. Masing-masing memiliki makna yang begitu sarat akan budaya India.

Sagai atau yang dikenal juga dengan seremoni cincin merupakan penanda dimulainya persiapan pernikahan kedua calon mempelai. Biasanya, acara ini dihadiri oleh pendeta kuil Hindu atau pujari serta keluarga dekat. Sagai biasanya dilaksanakan beberapa bulan sebelum pernikahan digelar. Selain menjadi simbol bahwa calon mempelai akan memulai kehidupan bersamanya, Sagai juga dianggap sebagai momen yang tepat untuk meminta saran kapan pernikahan sebaiknya diselenggarakan.

Ritual berikutnya adalah Tilak, seremoni penerimaan pengantin pria oleh ayah atau kakak laki-laki mempelai perempuan. Acara ini akan berlangsung di kediaman wanita dan dihadiri oleh anggota pria kedua keluarga. Apabila pengantin pria diterima dan dipercaya akan menjadi suami yang baik dan ayah yang bertanggungjawab, maka ia akan diberi adonan merah kumkum di dahi.

Setelah menyelesaikan ritual Tilak, kedua mempelai akan melakukan ritual Haldi beberapa hari sebelum acara pernikahan. Tubuh keduanya, mulai dari wajah, leher, kaki, dan tangan akan dilumuri campuran pasta rempah di antaranya kunyit, kayu cendana, air bunga mawar, serta susu. Ritual ini dipercaya oleh masyarakat India dapat memutihkan kulit sekaligus melindungi tubuh dari serangan berbagai penyakit. Haldi juga dianggap mampu menjauhkan pasangan tersebut dari segala kegelisahan dan hal-hal buruk menjelang pernikahan.

Selain serangkaian ritual di atas, mempelai juga melakukan seremoni Ganesh Puja, tradisi memuja Dewa Ganesha agar pengantin senantiasa beruntung dalam hidupnya. Acara ini dianggap sebagai upacara untuk mempersiapkan pasangan yang ingin memulai hidup baru sebagai suami istri. Ritual pernikahan ala India ini kemudian ditutup dengan Mehendi, ritual melukis tangan serta kaki pengantin perempuan dengan menggunakan henna sebagai simbol keagungan, kesenangan, dan juga pesta gembira.

Ketika semua telah dilakukan, maka mempelai akan menjalani proses pernikahan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dikutip dari BBC, tahapan pertama acara pernikahan Hindu India adalah Jayamaala yang ditandai dengan penyambutan keluarga perempuan, terhadap pengantin laki-laki beserta keluarganya. Mempelai laki-laki kemudian diberi adonan merah, kumkum tepat di dahinya dan seluruh anggota kedua keluarga akan saling memperkenalkan diri. Pada prosesi inilah puncak Jayamaala terjadi dengan ditandai pertukaran karangan bunga oleh pengantin laki-laki dan perempuan.

Living | wedding
Foto : Ist

Mempelai pria kemudian dibawa ke altar spesial yang telah didekorasi bernama mandap untuk menjalani prosesi pertukaran hadiah yang diberikan oleh ibu pengantin pria pada mempelai perempuan, berupa kalung keberuntungan atau mangala sootra. Ayah pengantin perempuan yang berada di sisi lain akan menyatakan bahwa putrinya telah menerima pasangannya dan meminta agar ia juga diterima oleh calon suami beserta keluarganya. Kedua mempelai akan mengikat janji saat prosesi Paanigrahan dan Sapta Padi. Prosesi Paanigrahan terbilang unik, karena pengantin perempuan akan memanjat batu sebagai simbol kemauan dan kekuatan untuk menghadapi kesulitan selama berumah tangga nantinya. Dilanjutkan dengan berjalan mengitari api suci sebanyak empat kali sambil bergandengan tangan dengan pengantin pria, sementara kakak mempelai wanita akan menuangkan gandum sebagai lambang bahwa mereka akan bekerja sama demi kesejahteraan masyarakat.

Usai ritual Paanigrahan, selanjutnya adalah ritual Sapta Padi yang dilakukan oleh kedua mempelai agar pernikahan tersebut sah. Mereka diminta berjalan sebanyak tujuh langkah, sembari membaca tujuh sumpah yang dipertukarkan satu sama lain, pada masing-masing langkah. Ikrar tersebut mengandung doa untuk kekuatan, kebijaksanaan, kemakmuran, kesehatan, makanan, keturunan, dan persahabatan. Ketika janji tersebut tunai diucapkan, maka keduanya pun telah sah menjadi pasangan suami istri.

Post your comments on Facebook