Seorang model selalu identik dengan penampilan sempurna dan kecantikan yang luar biasa. Tetapi, banyak juga model yang menunjukkan bahwa kekurangan pun bisa menjadi sebuah kelebihan untuk berkarier di dunia fashion. Salah satunya adalah Paola Antonini.

Culture | profile
Foto : Ist

Gadis yang berasal dari Brazil ini telah mengalami kecelakaan pada tahun 2014. Hal ini menyebabkan salah satunya kakinya harus diamputasi. Beberapa saat Paola Antonini merasa akan kehilangan salah satu impiannya yaitu menjadi seorang model. Namun, dengan berjalannya waktu Paola yang kini berusia 24 tahun ini memupuk lagi rasa percaya dirinya. Dua bulan setelah kecelakaan itu Paola dan keluarganya menerima keputusan untuk memasang kaki bionik.

Culture-profile
Foto : Ist

Sejak itu Paola semakin memperbaiki hidupnya dengan terus membentuk tubuhnya, pergi bersama teman-temannya dan berkomunitas bersama orang yang bernasih sama. Bahkan, dia tidak ragu untuk berpose dengan kaki bioniknya. Prestasi demi prestasi dikumpulkannya, salah satunya dengan mengikuti Paraolimpiade di Brazil, duta L’Oreal dan kegiatan modelling lainnya.

Culture-profile
Foto : Ist

Kini Paola Antonini bagai menjelma menjadi sosok model dan selebgram yang memberikan pengaruh positif pada pengikutnya. Dia sering memberikan caption di instagramnya dengan kata-kata motivasi. Banyak orang yang kagum dengan semangat dan caranya menjalani hidupnya. Pengikut instagramnya pun kini menjadi 2,5 juta yang selalu menunggu unggahannya. Paola berpikir tidak perlu berpura-pura dalam menjalani hidup. Oleh karena itu apa yang ditampilkannya adalah dirinya sendiri. Salah satu perkataan Paola yang sangat memotivasi adalah :
“Kita harus belajar hidup dengan apa yang kita miliki. Saya menghargai hidup dan saya bersyukur kepada Tuhan, tidak ada gunanya membuang waktu untuk menderita dan bertanya pada diri sendiri: mengapa itu terjadi pada saya? Saya bangga dengan bekas luka: mereka menceritakan kisah saya. Ketika saya masih muda, saya ingat bahwa saya berhenti mengenakan bikini di pantai karena saya tidak berpikir saya baik-baik saja. Saya merasa malu. Omong kosong. Setiap kondisi harus ditangani dengan cara yang benar. Tanpa kesedihan. Rahasianya ada di kepala, bukan di tubuh. “

Post your comments on Facebook