Dalam sejarahnya, dunia kriminal tidak hanya didominasi oleh kaum pria. Mereka yang berparas cantik dan feminin turut mewarnai sejarah kriminalitas dari masa ke masa. Salah satu di antaranya bahkan beroperasi di laut sebagai perompak. Sementara beberapa lainnya beraksi dengan motif keuangan hingga politik. Berikut adalah para penjahat wanita yang terkenal atas aksinya sejak abad 17 hingga 19.

Moll Cutpurse (1584-1659)

Culture | Profile
Foto: Ist

Moll Cutpurse bernama asli Mary Frith. Kisah hidupnya penuh dengan mitos. Ia dikenal sebagai pencopet ulung di London pada masanya. Biografinya yang berjudul The Life of Mrs. Mary Frith terbit tiga tahun setelah kematiannya. Biografi tersebut semakin mengkultuskan mitos dan aksi-aksi Mary yang cukup luar biasa di dunia percopetan. Resumenya memang cukup mengagumkan sebagai penjahat wanita di masa itu. Mary pernah ditangkap empat kali dan juga dipenjara. Ia kemudian membuka toko untuk menadahi barang-barang curian dan melayani request untuk mencarikan barang-barang spesial.

Anne Bonny (1698-1782)

Anne merupakan bajak laut asal Irlandia yang beroperasi di Laut Karibia. Meskipun memiliki seorang ayah  pengacara dan pengusaha sukses, perangai Anne yang pemarah malah merusak hubungannya dengan keluarga. Ia pernah membunuh seorang budak di usia 13 tahun dan membakar ladang perkebunan sang Ayah. Di usia 16 tahun, Anne menikah dengan seorang pelaut bernama James Bonny. Selang beberapa tahun kemudian, Anne berselingkuh dan pergi dengan seorang bajak laut bernama John Rackham.

Culture | Profile
Foto: Ist

John Rackham adalah seorang bajak laut ternama yang memiliki nickname Calico Jack. Bersama John, Anne menjadi perompak ulung dan ikut serta dalam beberapa pertempuran bajak laut. Segenap kru kapal John yang dikenal dengan nama “The Revenge” menaruh rasa hormat yang tinggi atas capaian Anne selama mendampingi John. Pada tahun 1720, kapal John diserbu oleh pasukan Gubernur Jamaika dan semua krunya ditangkap. Banyak kisah yang menceritakan bahwa saat itu Anne melakukan perlawanan yang paling sengit karena John dan krunya sedang dalam keadaan mabuk ketika penyerbuan berlangsung. John dan seluruh krunya kemudian dihukum gantung, sementara Anne dibebaskan karena sedang hamil.

Charlotte Corday (1768-1793)

Culture | Profile
Foto: Ist

Charlotte lahir di masa Revolusi Perancis. Situasi Perancis pada saat itu sangatlah politis dan penduduknya terpecah-belah. Charlotte memutuskan untuk mengabdikan kesetiaannya kepada faksi politik Girondins. Oposisinya pada saat itu, faksi Jacobin berhasil menjatuhkan Girondins melalui tokohnya Jean-Paul Marat. Charlotte yang merasa bahwa Marat merupakan ‘kanker’ bagi Perancis akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi pembunuhan seorang diri. Di dalam bak mandinya, Marat ditikam oleh Charlotte hingga tewas. Atas aksinya tersebut, Charlotte dihukum penggal dengan guillotine. Seorang pelukis Perancis bernama Jacques-Louis David mengilustrasikan pembunuhan Marat dalam lukisannya yang berjudul The Death of Marat. Lukisan tersebut hingga kini masih dieksibisikan di berbagai pameran lukisan internasional.

Mary Surratt (1820-1865)

Culture | Profile
Foto: Ist

Semasa hidupnya, Mary dikenal sebagai wanita sederhana pengelola hotel, bar dan boarding house milik sang suami, John Harrison Surratt. John merupakan pendukung Konfederasi sehingga Mary juga mengenal banyak aktivis politik Konfederasi yang salah satunya adalah John Wilkes Booth, yang dikenal sebagai pembunuh Presiden Abraham Lincoln. Setelah suaminya meninggal pada tahun 1862, Mary sempat bertemu dengan John Wilkes Booth di salah satu bar milik suaminya. Pada pertemuan tersebut, Booth menitipkan sebuah teropong yang dicurigai digunakannya untuk memantau Presiden Lincoln. Mary kemudian ditangkap sebagai bagian dari konspirator pembunuhan sang presiden. Pada tahun 1865, Mary dihukum gantung dan membuatnya menjadi wanita pertama yang dieksekusi oleh Pemerintah Federal Amerika Serikat.

Belle Starr (1848-1889)

Culture | Profile
Foto: Ist

Belle dikenal sebagai bandit ulung di era cowboy di Texas, Amerika Serikat. Bersama sang suami yang keturunan suku Cherokee, Sam Starr, Belle melakukan aksi perampokan pada wisatawan dan koboi yang melintas di areanya. Belle dan Sam ditangkap pada tahun 1883 untuk kasus pencurian kuda. Belle dihukum Sembilan bulan penjara sementara Sam dihukum kerja paksa. Pada tahun 1886, Sam terbunuh dalam sebuah baku tembak dengan sheriff setempat dan masa-masa aksi bandit Belle pun turut berakhir. Pada tahun 1889, Belle mati ditembak di lingkungan peternakannya. Aparat hukum tidak pernah dapat menemukan pembunuhnya. Rumor yang dipercaya hingga kini adalah bahwa Belle dibunuh oleh seorang pria yang cintanya ditolak oleh Belle.

Post your comments on Facebook