Bologna Children’s Book Fair merupakan salah satu ajang pameran buku internasional yang cukup populer. Indonesia telah menjadi pesertanya secara reguler sejak tahun 2015. Tahun ini, Bologna Children’s Book Fair diadakan pada tanggal 26-29 Maret lalu. Pameran buku ini secara khusus diadakan untuk memfasilitasi pelaku bisnis dan pegiat literasi buku anak-anak dalam skala global untuk memperkuat jaringan serta saling update informasi tren terkini. Setidaknya 70 negara turut meramaikan ajang pameran buku internasional ini.

Culture | Books
Foto: Ist

Pada tahun ini, Indonesia mengusung tema “17.000 Islands of Imagination” untuk mempromosikan latar geografis tanah air yang melingkupi sekitar 17.000 pulau dengan ragam ratusan etnis penduduknya. Beragam sesi pada stand Indonesia dirancang agar bersinergi dengan tema tersebut yang salah satunya adalah pembacaan dongeng Nabang and the Legend of the Smong oleh Ary Nilandari. Ary merupakan penulis buku anak yang sangat produktif. Seri novel anak Keo dan Noaki adalah karyanya yang cukup populer.

Dikutip dari Kompas.com (27/03), Koordinator Promosi Literasi Komite Buku Nasional, Siti Gretiani, mengungkapkan bahwa setiap harinya berbagai buku anak Indonesia akan diperkenalkan kepada para literary agent dan penerbit asing agar bisa diterjemahkan dan diterbitkan di negaranya masing-masing. Selain itu, Ketua KBN, Laura Bangun Prinsloo, menyatakan bahwa buku anak Indonesia sangat diminati oleh penerbit asing. Untuk itu, Indonesia membawa koleksi buku anak dari kategori yang beragam seperti dongeng, seni tradisi, cerita rakyat, buku religi anak-anak, fantasi dan pengajaran bahasa serta pengembangan karakter.

Culture | Books
Foto: Ist

Eksistensi buku anak Indonesia pada ajang Bologna Children’s Book Fair 2018 dibuktikan dengan terjualnya 20 lisensi dari dua seri buku anak. Pembelinya adalah Sinolingua, sebuah penerbit buku dari Cina. Sinolingua membeli seri buku anak Good Habits dan Character Building dari penerbit Kesaint Blanc yang ditulis oleh Wikan Satriati. Wikan merupakan penulis buku anak yang sangat produktif sejak tahun 2000’an. Selain itu, sekitar 75 judul dan empat seri lainnya juga dilirik oleh penerbit asing dari beberapa negara. Ditambah, beberapa ilustrator asing juga turut singgah ke stand Indonesia karena tertarik dengan karya-karya ilustrasi khas Indonesia.

Setiap tahunnya, Indonesia mengadakan sesi Happy Hour, yaitu sesi ramah-tamah antara perwakilan Indonesia dengan para literary agent dan penerbit asing serta pengunjung yang singgah di stand Indonesia. Dikutip dari DetikHot (29/03), Laura mengungkapkan dalam sambutannya di sesi Happy Hour bahwa Indonesia memiliki program bantuan dana penerjemahan buku bagi penerbit internasional yang membeli rights buku-buku Indonesia. Kebijakan bantuan dana tersebut diharapkan dapat mengangkat pamor buku-buku nasional di kancah internasional.

Culture | Books
Foto: Ist

Keikutsertaan Indonesia di ajang pameran buku internasional merupakan langkah penting untuk mempromosikan buku-buku karya anak bangsa. Di tahun ini, setidaknya terdapat lima agenda pameran buku internasional yang akan diikuti oleh Indonesia. Selain Bologna Children’s Book Fair 2018, ajang lainnya adalah London Book Fair (10-12 April 2018), Beijing Book Fair (22-26 Agustus 2018), Frankfurt Book Fair (10-14 Oktober 2018) dan Sharjah International Book Fair (31 Oktober – 10 November 2018).

Post your comments on Facebook