Salah satu band indie ternama Indonesia, Payung Teduh secara langsung ditunjuk oleh Disney Indonesia untuk menggarap lagu soundtrack film animasi produksi terbaru mereka berjudul Ralph Breaks The Internet: Wreck It Ralph 2.

Single baru Payung Teduh yang diberi judul Sebuah Lagu ini merupakan karya dari Alejandro Saksame, sang drummer yang pembuatannya hanya membutuhkan waktu tiga hari saja. Lagu ini terinspirasi dari hubungan dua karakter dalam film tersebut, yakni Ralph dan Vanellope, sepasang sahabat yang berusaha untuk tetap saling memiliki satu sama lain, seberat apapun tantangan yang mereka hadapi.

Culture | music
Foto : Ist

Uniknya, hampir seluruh personil band yang melejit lewat hits bertajuk Akad ini mengaku cukup kesulitan beradaptasi dengan film anak-anak yang kerap penuh semangat. Tantangannya adalah bagaimana menerjemahkan kisah persahabatan yang riang itu ke lagu Payung Teduh yang cenderung membuat kantuk atau depresif. Apalagi, karakter Ralph dan Vanellope dalam film tersebut terkenal energik.

Tak disangka, Comi Aziz Kariko, sang bassist ternyata memiliki trik agar jati diri Payung Teduh tak pudar dimakan suasana Ralph dan Vanellope. Ia mengusulkan untuk mempercepat tempo agar musiknya lebih menghentak, tapi tetap mengusung genre khas Payung Teduh itu sendiri. Dan hasilnya pun terbilang cukup sempurna, sehingga pihak Disney menyetujui hasil akhir karya mereka tersebut.  Meski tak mudah, Payung Teduh mengaku bahagia dan bangga bisa menjadi band lokal Indonesia pertama yang berkolaborasi dengan Disney untuk mengisi lagu yang awalnya digaungkan oleh band Imagine Dragons secara global.

Selain tempo, lagu ini juga terbilang istimewa karena dibawakan Payung Teduh dengan formasi baru beranggotakan, Marsya Ditia, Alejandro Saksakame, Ivan Penwyn, Comi Aziz Kariko, Pandji Putranda, dan Taufiq.

Culture | music
Foto : Ist

Herry Budiazhari Salim selaku Vice Presiden & Country Head of Walt Disney Indonesia menjelaskan alasannya memilih Payung Teduh sebagai band pengiring dalam film Wreck It Ralph 2. Pihaknya menganggap bahwa Payung Teduh merupakah salah satu kelompok musik prominen yang kualitasnya sudah tak perlu diragukan lagi. Musiknya memiliki ciri khas emosional yang cenderung calming. Menurutnya, Ralph dalam film tersebut memiliki karakter highly energetic, tapi persahabatannya yang ia jalin dengan Vanellope begitu hangat. Hal itulah yang dianggap sebagai suatu opportunity unik bila diterjemahkan oleh Payung Teduh.

Herry juga menambahkan, kolaborasi yang terjalin antara band lokal dengan Disney Indonesia kali ini diharapkan akan membuka pintu baru bagi musisi Indonesia lainnya agar dapat tampil dalam skala internasional lewat musik dan film-film Walt Disney.

Sebuah Lagu ciptaan Payung Teduh ini dapat dinikmati mulai 16 November 2018 di berbagai platform streaming digital, sedangkan video musiknya akan tayang perdana dalam akhir kredit film Ralph Breaks The Internet yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia dan Malaysia mulai 23 November 2018 mendatang.

Culture | music
Foto : Ist

Ralph Breaks The Internet berkisah tentang Ralph dan sahabatnya Vanellope Von Schweetz yang meninggalkan zona nyaman mereka di arcade Litwalk dalam upaya menyelamatkan game milik Vanellope bernama Sugar Rush. Misi mereka justru membawa keduanya ke dunia yang sangat luas, serbacepat dan tak terduga, yaitu internet. Di dalam sana, mereka sangat bergantung dengan para pengguna internet, The Netizens. Yesss, kepala program algoritma sekaligus pusat dari situs BuzzzTube adalah salah satu netizen yang akan membantu mereka, selain Shank, si pembalap tangguh dari game Slaughter Race yang diidolakan oleh Vanellope.

Film Ralph Breaks The Internet: Wreck It Ralph 2 ini disutradarai oleh Rich Moore dan Phil Jonston, serta diproduseri oleh Clarck Spencer. Sementara John C. Reilly dan Sarah Silverman hadir kembali sebagai pengisi suara Ralph dan Vanellope, beserta Gal Gadot dan Taraji P. Henson sebagai pengisi suara Yesss dan Shank.

Post your comments on Facebook