Tahukah anda beberapa temuan yang kini dengan mudahnya kita jumpai di kehidupan sehari-hari ternyata ditemukan oleh kaum wanita? Sayangnya, nama-nama mereka terlupakan begitu saja meskipun temuan mereka sangat inovatif dan masih digunakan serta dikembangkan hingga sekarang. Sebagian penyebabnya karena tidak banyak literatur sejarah yang mencatat kiprah kaum wanita dalam perkembangan dan pengembangan industri modern dan di samping itu, temuan mereka kini dianggap hal lumrah dan taken for granted karena kemudahan akses dan penggunaannya. Berikut adalah tiga penemu wanita yang inovasinya masih kita nikmati hingga hari ini.

1. Hedy Lamarr

Hedy Lamarr (9 November 1914 – 19 Januari 2000) merupakan penemu teknologi spread-spectrum radio yang menjadi dasar dari teknologi nirkabel (wireless technology). Hedy pada awalnya dikenal sebagai aktris Amerika yang pernah digelari “The World’s Most Beautiful Woman”. Dia adalah bintang emas dari Metro Goldwyn Meyer (MGM), salah satu perusahaan film terbesar dan melegenda di Amerika Serikat. Aktris berdarah Austria-Amerika ini mulai terkenal di seantero Amerika dan Eropa ketika mebintangi film Ecstasy pada tahun 1933. Di film tersebut, Hedy melakukan adegan panas yang sebenarnya tidak lazim dilakukan oleh aktris-aktris lain karena pemikiran konservatif masih dominan di masa itu.

Culture | Profile
Foto: Ist

Glamornya dunia artis ternyata dianggap membosankan oleh Hedy. Dia lebih tertarik mengasah bakat dan kesukaannya di bidang matematika dan sains. Bersama tetangganya yang seorang komponis, George Antheil, Hedy bereksperimen pada teknologi musik otomatis. Hedy kemudian berhasil membantu George memainkan karyanya dengan otomatisasi pianola yang dimainkan secara bersamaan. Teknologi otomatisasi tersebut kemudian dipatenkan pada tahun 1942 dengan istilah spread-spectrum radio.

Sayangnya, teknologi temuan Hedy dimanfaatkan sebagai teknologi perang di mana frekuensi radionya berguna untuk mengontrol torpedo dan menyamarkannya dari radar musuh. Publik baru mengetahui temuan Hedy pada tahun 1997 ketika Hedy menerima anugerah dari Electronic Frontier Foundation atas inovasinya. Pada tahun 1998, Wi-LAN Inc., sebuah perusahaan pengembang teknologi nirkabel di Ottawa, membeli 49 persen klaim atas paten spread-spectrum radio. Dalam pengembangannya, teknologi temuan Hedy menjadi dasar dari teknologi telepon seluler CDMA, Bluetooth dan Wi-Fi.

2. Mary Anderson

Mary Anderson (19 Februari 1866 – 27 Juni 1953) adalah penemu penyeka kaca mobil (wiper). Semasa hidupnya, Mary dikenal sebagai seorang pengembang properti dan pemilik beberapa peternakan di tempat tinggalnya di Alabama. Dalam perjalanannya menuju New York pada musim dingin tahun 1902, Mary memperhatikan kesulitan para pengendara membersihkan salju dari kaca depannya. Sekembalinya ke Alabama, Mary menyewa desainer dan montir untuk mewujudkan konsep wiper-nya yang dapat digerakkan dari dalam kendaraan.

Culture | Profile
Foto: Ist

Pada tahun 1903, Mary mendapatkan hak paten atas temuannya tersebut. Dua tahun kemudian, Mary berusaha menjual desain wiper-nya kepada beberapa perusahaan. Sayangnya, wiper Mary dianggap tidak memiliki nilai komersil. Setelah hak patennya kadaluwarsa pada tahun 1920 dan bertepatan dengan menjamurnya perusahaan otomotif di Amerika Serikat dan Eropa, rancangan dasar wiper milik Mary menjadi standar dasar kelengkapan mobil. Cadillac adalah salah satu perusahaan otomotif pertama di dunia yang mewajibkan setiap mobil produksinya dilengkapi wiper.

3. Elizabeth Magie

Elizabeth “Lizzie” Magie (1866-1948) adalah penemu permainan The Landlord’s Game (Permainan Tuan Tanah) yang kini dikenal sebagai permainan monopoli. Dibesarkan oleh seorang ayah yang aktif di dunia politik dan penerbitan, Lizzie kemudian menjadi dekat dengan beragam isu-isu sosial yang salah satunya adalah ekonomi. The Landlord’s Game dirancang oleh Lizzie untuk mendemonstrasikan efek buruk monopoli tanah dan pajak. Permainan tersebut hanya dimainkan bersama teman-temannya di tempat tinggalnya di Brentwood, Maryland.

Culture | Profile
Foto: Ist

Pada tahun 1904, Lizzie mendapatkan hak paten atas The Landlord’s Game. Enam tahun kemudian, Lizzie menjual patennya kepada Parker Brothers, sebuah perusahaan mainan di Amerika Serikat yang kini dikenal dengan nama Hasbro. Permainan karya Lizzie tersebut kemudian menjadi polemik karena beberapa perusahaan lain mengadaptasi konsep permainannya. Pada tahun 1940’an, seseorang bernama Charles Darrow menjual permainan bernama Monopoly kepada Parker Brothers tanpa menyertakan nama Lizzie sebagai penemu atau The Landlord’s Game sebagai referensi. Pengakuan atas inovasi Lizzie untuk permainan monopoli didapatnya dari banyak studi tentang sejarah permainan board game. Salah satunya yang terbaru adalah buku berjudul The Monopolists: Obsession, Fury and the Scandal Behind the World’s Favorite Board Game (2015).

Post your comments on Facebook