Sebuah klinik infertilitas bernama Akanksha sudah terkenal hingga ke seluruh dunia sejak dikupas kisahnya pada acara Oprah Winfrey pada tahun 2007. Orang menyebutnya sebagai pabrik bayi, karena di sana ada program bayi tabung yang menyewakan rahim ibu penggantian (surrogate mother). Di klinik Akanksha telah disiapkan 500 perempuan yang siap menyewakan rahimnya untuk menampung hasil pembuahan sperma dengan sel telur pasangan yang mendambakan anak. Setelah persalinan, tugas perempuan itu selesai. Ia tidak punya hak atas bayi itu, meski telah 9 bulan 10 hari ia bersemayam di rahimnya.

Culture | opinion
Foto : Ist

Regulasi tentang ibu pengganti itu sendiri disahkan di India pada tahun 2002, yakni berusia 21-35 tahun, pernah melahirkan sekali dalam hidupnya.

Ibu pengganti ini direkrut dengan sistem kontrak, tinggal di klinik itu selama hamil dan mereka harus rela berpisah dari keluarga dan meninggalkan suami serta anak-anak selama menjalani ‘pekerjaan’ ini.

Klinik Akanksha dikelola oleh Nayna Patel, seorang dokter spesialis kesuburan yang terkenal di India. Kliennya sudah tersebar di 34 negara dan masing-masing dipatok biaya US$ 28.000 atau sekitar Rp 310 juta. Dana itu mencakup biaya mencari ibu pengganti, tindakan medis terhadap ibu pengganti, merawat, menyediakan makanan sehat dan akomodasi bagi ibu pengganti tersebut selama masa kehamilan.

Culture | opinion
Foto : Ist

Jasa untuk ibu pengganti dibayarkan sekitar US$ 7.000 atau sekitar Rp 78.000. Jika janin yang tumbuh di rahimnya kembar, maka akan mendapat tambahan sekitar US$ 1.500 sampai US$ 2.000 atau sekitar Rp 17-22 juta jika kurs rupiah Rp 10.000.

Keberadaan program ini sebenarnya menuai pro kontra di media dunia. Pendukung hak perempuan bersuara lantang menolak adanya ‘pabrik bayi’. Karena tidak ada aturan baku tentang asuransi dan kompensasi bagi si ibu pengganti pasca melahirkan. Selain itu, ibu pengganti banyak yang datang dari kalangan warga miskin dan tidak berpendidikan. Sehingga dianggap sebagai kasus eksploitasi.

Culture | opinion
Foto : Ist

Lantas apa motivasi dokter Nayna Patel sebagai pendiri klinik tersebut?

Menurut pengakuannya, ia semula hanya berniat untuk membantu perempuan yang ingin punya anak tapi kondisi rahimnya tidak memungkinkan. Selain itu, di India banyak perempuan hidup dalam kemiskinan. Maka atas dasar dua poin tersebut terwujudlah jasa penyewaan rahim di India.

Kebanyakan aktivitas ibu pengganti di klinik Akanksha umumnya berbincang ringan seputar diskusi untuk saling memotivasi satu sama lain. Bagi mereka hidup berdampingan dengan perempuan lain yang sama-sama hamil bisa menjadi ajang bertukar pengalaman. Dan mereka merasakan memiliki tujuan mulia untuk menolong sesama.

Post your comments on Facebook