Jika membahas sebuah teknologi yang dikembangkan saat ini memang tidak akan pernah habisnya. Teknologi yang ada saat ini memang terus menunjukkan tren yang berevolusi sangat cepat dan membuat kita harus terus cepat mengikutinya supaya tidak tertinggal perkembangannya.

Salah satu produk teknologi terbaru saat ini sedang populer adalah Virtual Reality (VR). Teknologi memperkaya pengalaman kita dalam mengkonsumsi konten media secara langsung. Kegunaannya sudah mulai diaplikasikan pada berbagai bidang terapan, mulai dari simulasi terbang sebagai pilot sampai dengan sensasi langsung dari video 360. Namun, berbeda dengan aplikasi Virtual Reality yang satu ini. Kenapa berbeda? Karena pendirinya adalah anak bangsa Indonesia yang berkelana di Sillicon Valley, California.

Di dalam sebuah rumah nan asri di kawasan Berkeley, California, seorang anak Indonesia menorehkan prestasi di bidang teknologi Giovanni Yosen Utomo. Anak muda Indonesia ini yang sudah 5 tahun di Amerika ini, berhasil menciptakan aplikasi Virtual Reality (VR) bernama Fulldive. Giovanni menjelaskan bahwa fulldive merupakan perusahaan virtual reality, sebuah start up yang bertujuan untuk membuat teknologi mutakhir ini ramah bagi masyarakat. Bersama dengan 4 temannya, Giovanni memanfaatkan kecanggihan smartphone untuk memaksimalkan aplikasinya ini.

Aplikasi fulldive ini diluncurkan pada tahun 2014. Sampai saat ini, aplikasi fulldive sudah diunduh sebanyak 1,6 juta kali. Fulldive sendiri dibuat sebagai aplikasi dan media sosial di mana penggunanya dapat mengkonsumsi dan membagikan konten buatan mereka ke dunia maya. Konsep yang diberikan seperti YouTube tetapi fokus pada realitas maya. Giovanni ingin menjembatani teknologi yang berkembang di Amerika Serikat saat ini kepada negara berkembang.

Menurut almamater Universitas Berkeley ini, Fulldive meramahkan ealitas maya yang terkesan rumit. Dengan pengalamannya bekerja di Tiongkok dan Amerika Serikat, ia ingin membuat sebuah tim yang solid untuk membantu mewujudkan impian ini. “Bagaimana caranya kita membawa VR ke semua orang. Saya pikir, sekarang smartphone semakin hebat mengapa kita tidka bikin konten, buat akses VR melalui smartphone. Saat itulah kita membuat perusahaan ini.” Ujar Giovanni.

Post your comments on Facebook