Di tengah maraknya kecanggihan teknologi, media sosial telah menjadi salah satu wadah dalam mengekspresikan diri selama lebih dari satu dekade. Banyak orang yang pada akhirnya latah hingga kecanduan memamerkan setiap kegiatan dan perasaannya melalui akun media sosial. Instagram adalah salah satu media sosial yang tengah digandrungi untuk meluapkan segenap perasaan senang, marah hingga sedih melalui unggahan di setiap feed-nya. Namun, ternyata banyak juga orang yang memiliki kemampuan berkamuflase tentang perasaannya melalui sebuah unggahan foto.

Para generasi milenial saat ini cenderung terobsesi dengan kehidupan yang sempurna sehingga tak jarang ada saja orang yang merasa tidak bahagia, meski feed Instagramnya terlihat sangat menikmati hidup. Kira-kira apa saja ya perbedaan orang yang benar-benar bahagia jika dilihat melalui unggahan foto di feed akun Instagramnya?

Culture | opinion
Foto : Ist
  • Jarang mengunggah foto

Orang yang terbilang benar-benar bahagia cenderung tidak akan melulu mengunggah foto ke dalam media sosialnya, karena mereka akan merasa cukup mengabadikan momen tersebut ke dalam satu atau dua foto dan selebihnya menikmati lingkungan di sekitar. Orang yang benar-benar bahagia tahu kalau waktu tidak hanya sekadar untuk dipamerkan pada orang lain, tetapi juga dinikmati bersama orang terkasih.

  • Tak butuh filter

Orang yang benar-benar bahagia cenderung tak membutuhkan banyak filter untuk mempercantik dirinya, ataupun memoles latar belakang foto yang akan diunggah ke feed Instagram. Hal ini terjadi karena mereka sudah cukup puas dengan hasil foto tersebut. Para peneliti juga menyebutkan, orang yang depresi umumnya lebih banyak menggunakan efek atau filter hitam dan putih dalam fotonya yang menandakan bahwa dalam pikirannya, hidup tidak selalu berwarna.

Culture | opinion
Foto : Ist
  • Deskripsi foto sederhana

Orang yang benar-benar bahagia, biasanya akan memilih kata-kata yang sederhana, singkat, dan mudah dimengerti dalam unggahan feed Instagramnya, karena pada dasarnya mereka sudah sangat bersyukur dengan keadaan saat ini. Sebaliknya, orang yang tidak bahagia memiliki keahlian memilah kata untuk dijadikan deskripsi foto karena mereka selalu merasa apa yang mereka tampilkan tidak cukup membuat orang lain terpukau.

  • Fokus pada kemampuan diri

Orang yang bahagia biasanya gemar membagikan kesenangannya pada orang lain, seperti memasak, berolahraga, menggambar, ataupun bermain musik. Mereka lebih konsisten dan leluasa membagikan apa yang mereka sadari mampu lakukan, bukan karena ingin diakui oleh orang lain, tapi justru untuk berbagi perasaan menyenangkan yang ia dapat dari kegiatannya tersebut.

Post your comments on Facebook