Marah merupakan salah satu bentuk emosi dasar manusia. Sifat marah juga menunjukkan bahwa kita sebagai manusia juga memiliki perasaan. Marah terhadap pasangan menjadi wajar saat kita bisa mengendalikan dan menyalurkan secara dewasa. Rasa kecewa atau kesal terhadap pasangan bisa menyebabkan seseorang menjadi marah. Sebenarnya dalam kondisi marah, seseorang cenderung menunjukkan sifat aslinya.

Menurut jurnal Science yang dirilis Genius Beauty, Senin (16/05/2011). Para ahli telah melakukan percobaan secara berulang kali. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua jenis kelamin memiliki mekanisme yang sama untuk mengekspresikan emosi negatif. Namun, pria dan wanita mempunyai perbedaan cara untuk meluapkan kemarahan. Dengan mengetahui perbedaannya, anda bisa menjadikan pelajaran agar lebih bisa memahami pasangan.

Culture | Opinian
Foto : Ist

Perbedaan antara pria dan wanita ketika sedang marah, adalah sebagai berikut :

1. Wanita cenderung menginginkan masalahnya segera selesai
Ketika mendapati pasangannya sedang marah, wanita membutuhkan penjelasan secara detail tentang kesalahan yang telah dilakukannya. Wanita juga berusaha untuk membuat suasana menjadi lebih baik. Sikap ini ditunjukkan saat wanita lebih sering berusaha menghubungi pasangan ketika menyadari kesalahannya. Ekspresi ini menunjukkan bahwa wanita menginginkan masalahnya selesai pada hari yang sama sehingga merasa lega.

2. Wanita bersikap pasif agresif hingga silent treatment
Ketika sedang marah terhadap pasangannya, wanita cenderung bersikap pasif agresif. Wanita ingin terlihat baik-baik saja di depan pasangannya, namun sebenarnya wanita semakin ingin diperhatikan. Bahkan sebenarnya berharap pasangannya memohon-mohon.

Jika kemarahan terus berlanjut, wanita ada yang memberikan silent treatment karena merasa sudah lelah bertengkar. Silent treatment ini bertujuan untuk meredakan amarah. Namun, ada juga yang bertujuan untuk memberikan pelajaran pada pasangannya.

Culture | Opinian
Foto : Ist

3. Wanita bisa marah lebih lama
Ketika merasa kecewa, wanita bisa marah seharian. Bahkan sudah berganti hari pun tidak jarang masih mengungkit hal-hal yang pernah membuatnya kecewa. Dalam hal ini, memori wanita menjadi lebih tajam.

Berbeda dengan wanita, pria yang marah akan selesai dalam hitungan jam. Mungkin karena saat marah mereka memilih menyendiri dulu, sehingga mood-nya lebih cepat membaik.

4. Pria cenderung memilih berpikir pelan-pelan
Ketika pria merasa bersalah dan ingin meminta maaf, mereka akan bersikap lebih tenang. Ada juga pria yang lebih memilih pasrah saat pasangannya melakukan silent treatment. Bahkan ada yang merasa putus asa saat berbagai macam cara telah dilakukan tapi tidak bisa memperbaiki hubungannya dengan pasangan. Pria cenderung menggunakan logika untuk mulai bertindak, sehingga memberikan kesan lebih lamban dalam meminta maaf.

Culture | Opinian
Foto : Ist

5. Pria cenderung membutuhkan waktu sendiri
Berbeda dengan wanita, ketika merasa kecewa dengan pasangan seorang pria lebih membutuhkan waktu untuk sendiri. Sehingga jangan heran jika pria membutuhkan ruang atau mengatakan ingin sendiri dulu. Pria membutuhkan ruang untuk menjernihkan pikiran dan introspeksi diri. Bukan berarti tidak membutuhkan pasangannya, tapi semakin dikejar mereka akan semakin stres.

6. Pria yang marah cenderung tidak mau bicara
Wanita yang sedang marah, biasanya hemat dalam berbicara. Wanita hanya akan berbicara jika benar-benar diperlukan, singkat dan padat. Bahkan saat membalas pesan bisa tanpa huruf vocal. Berbeda dengan pria, saat benar-benar marah tidak akan mau membuka suara sama sekali. Oleh sebab itu, pria lebih memilih diam dan menyendiri dulu.

Pria dan wanita memiliki pola pikir dan cara mengendalikan emosi yang berbeda. Tidak ada salahnya jika belajar saling memahami. Momen seperti ini bisa digunakan untuk saling mengerti sifat asli masing-masing. Tapi jangan menjadi sering marah ya?

Post your comments on Facebook