Industri musik dunia berduka, Jumat (3/3/2017) lalu, penyanyi tenar pada tahun 1990-an Tommy Page ditemukan tewas di sebuah apartement di New York, Amerika Serikat.

Menurut beberapa sumber, penyanyi kelahiran 46 tahun silam ini tutup usia akibat bunuh diri. Pria bernama lengkap Thomas Alden Page, yang lahir di New Jersey, 24 Mei 1970 memulai kecintaannya dalam dunia musik sejak ia berusia 8 tahun ia mulai bermain piano dan mendalami lagi di usia 12 tahun. Lalu ia bergabung dalam sebuah group musik bersama saudaranya. Setelah lulus SMA, Tommy Page pindah ke New York City dan bekerja dalam sebuah klub bernama Nell’s.

Selama di New York, ia juga belajar bisnis di New York University dan ia juga memproduksi serta merekam lagu “Turning Me On”, lalu mempromosikannya kepada DJ di sekitar kota tersebut. Setahun ia bekerja di Nell’s, Page berkesempatan bertemu dengan produser yang pernah memproduseri penyanyi papan atas Madonna, Mark Karmins, dan presiden Sire Records yang merupakan lebel musik pertamanya, Seymour Stein. Pertemuan tersebut merupakan sebuah tiket Tommy Page menuju ketenarannya.

Ia kemudian menulis lagu untuk tema sebuah program komedi di tahun 1989 berjudul Shag. Dan lagu tersebut yang dijadikan judul album untuk debutnya. Di tahun yang sama, debut albumnya mendapat sambutan di wilayah Asia melalui lagu “A Shoulder to Cry On”, walaupun euforianya tidak terlalu terasa di wilayah Amerika Utara. Kesuksesan baru ia raih ketika lagu I’ll be Your Everything diuncurkan pada bulan April 1990. Lagu tersebut ditulis bersama boyband ternama New Kids on the Block (NKOTB). Tak sia-sia, lagu tersebut sempat menduduki puncak tangga lagu Billboard Amerika.

Perjalanan Karir Tommy Page, 24 Mei 1970- 3 Maret 2017
Tommy Page “A Shouder to Cry On”

Sosok Tommy Page semakin dikenal publik dengan menjadi penyanyi pembuka tour musim panas NKOTB pada tahun 1989. Lagu I’ll be Your Everything ini dibawakan Page sebagai vokalis utama yang diharmonisasikan dengan Donnie Wahlberg, Jordan Knight, dan Dhanny Wood. Dan lagu tersebut muncul dalam album keduanya di Painting in My Mind. Ia kemudian tampil dalam beberapa acara talk show seperti Joan Rivers, dan Regis and Kathie Lee. Sosok Page juga selalu ada di setiap majalah remaja, dan melakukan tour dunia untuk album yang sangat laris tersebut.

Perjalanan Karir Tommy Page, 24 Mei 1970- 3 Maret 2017
Tommy Page dan NKOTB

Page kemudian menempuh pendidikan di Stern School of Business untuk mengajar warier sebagai seorang eksklusif di indutri musik. Dan ia lalu begabung dengan Warner Bros/ Reprise Records. Warner Bros akhirnya mengirim Tommy Page kepada produser Mike Paley sebagai tamu dalam soundtrack Dick Tracey. Dari sana, ia membantu membentuk karir banyak musisi papan atas sekarang ini seperti, Michael Bubble, Alanis Morissette, Josh Groban, David Foster, dan Green Day. Namun, pada tahun 2011 ia meninggalkan Warner Bros dan bergabung sebagai publisher di Billboard. Tahun 2013, ia meninggalkan Billboard dan memilih bekerja di Pandora.

Perjalanan Karir Tommy Page, 24 Mei 1970- 3 Maret 2017
Citra Scholastika dan Tommy Page

Karirnya di Indonesia, di tahun 2013 ia pernah menggelar konser di Jakarta dan Surabaya bertajuk Come Home: Tommy Page. Dan di tahun 2015, ia bergabung dengan Cumulus Media. Tahun 2015 dan 2016 ia kembali tampil di Jakarta. Ia juga pernah berkolaborasi dengan Citra Scholastika dalam lagu Don’t Give Up on Love. Setelah artikel ini, wanita.me akan membahas tentang Tommy Page kembali yang menganggap Indonesia sebagai rumah keduanya, dan keinginan Page yang tak tercapai ingin mengunjungi ke rumah Jokowi.

Post your comments on Facebook