Melasma merupakan suatu perubahan warna pada kulit menjadi lebih gelap. Kondisi tersebut sejenis kondisi hiperpigmentasi pada kulit. Baik pria maupun wanita dapat mengidap kondisi kulit ini. Perubahan warnanya tidak merata dan berupa bercak. Kondisi tersebut dapat sangat mengganggu apabila terjadi di daerah wajah. Untuk banyak kasus, melasma menimbulkan bayangan di daerah bibir hingga menyerupai kumis. Beberapa studi medis mengungkapkan bahwa melasma diakibatkan oleh paparan sinar, pengaruh hormonal dan faktor genetika.

Beauty | Health and Fitness
Foto: Ist

Melissa Piliang, M.D., seorang dokter spesialis klinik kulit dari Departemen Patologi Anatomi di Cleveland Clinic, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa melasma umumnya lebih banyak terjadi pada wanita, sebagaimana dikutip dari laman Today.com. Area melasma sering ditemukan pada pipi, hidung, area atas bibir, dagu dan dahi. Bercak atau flek yang muncul dapat terjadi di permukaan, perbatasan dan bagian dalam kulit. Penanganan termudah adalah ketika melasma hanya terjadi di permukaan kulit. Krim malam yang mengandung vitamin A dan whitening merupakan obat umumnya.

Melasma yang terjadi karena pengaruh hormonal biasanya terjadi pada wanita hamil. Penggunaan krim kulit bervitamin A justru sangat tidak dianjurkan untuk kasus tersebut. Krim bervitamin A memiliki turunan asam yang dapat mempengaruhi perkembangan janin. Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal juga merupakan penyebab melasma. Untuk itu, apabila setelah menggunakan kontrasepsi hormonal timbul bercak pada kulit yang sangat mencolok, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Minggu lalu, Betty Ekawati Suryaningsih, kandidat doktoral dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui disertasinya mengungkapkan bahwa melasma yang disebabkan faktor genetis adalah jenis melasma yang sulit disembuhkan, sebagaimana dilansir dari laman Detik News (25/04). Meskipun penelitian Betty hanya mencakup area sekitar D.I. Yogyakarta, menurutnya faktor genetik Melasma juga terjadi di seantero Indonesia. Disertasi tersebut telah dipertahankan pada ujian terbuka program doktor di UGM.

Beauty | Health and Fitness
Foto: Ist

Walaupun demikian, penelitian Betty yang berlangsung selama 1,5 tahun akan dilanjutkannya untuk mengetahui cara mengatasi melasma. Salah satu cara pencegahan yang direkomendasikan Betty adalah dengan menggunakan krim tabir surya khusus yang dipakai pada pagi hari. Meskipun tidak membahayakan nyawa, melasma dapat mengganggu produktivitas penderitanya karena kebanyakan mengalami rasa minder dan kurang percaya diri akibat perubahan penampilan pada wajah.

Post your comments on Facebook