Siapa bilang panggung politik hanya milik orang-orang tua? Sekarang saatnya para anak muda unjuk gigi menjadi politisi, mulai menjadi anggota parlemen sampai menjadi seorang perdana menteri. Siapa saja mereka?

Culture | politik
Foto : Ist

Laurin Liu, Anggota Parlemen Kanada. Gadis kelahiran 13 November 1990 ini adalah wanita termuda yang pernah terpilih sebagai anggota parlemen sepanjang sejarah Kanada. Laurin merupakan mahasiswa Universitas McGill yang mencalonkan diri dan terpilih menjadi anggota parlemen sebagai kandidat dari Partai Demokrat. Sewaktu ia terpilih Laurin masih menempuh studinya di jurusan History and Cultural Studies. Uniknya, Laurin mengaku tidak mengampanyekan dirinya untuk pemilihan tersebut, malah ia asyik membantu kampanye Thomas Mulcair, pimpinan Partai Demokrat Kanada.

Culture | politik
Foto : Ist

Wyatt Roy, Anggota Parlemen Autralia. Siapa sangka anak petani kelahiran tahun 1990 ini mampu meraih kursi parlemen di Australia mewakili daerah Longman. Wyatt terjun ke dunia politik sebagai anggota Liberal Nasional Party Queensland setelah ia kuliah di jurusan Hubungan Internasional. Awalnya menurut pria yang juga didukung penuh oleh pemimpin Australia, Tony Abbot ini memilih menjadi politisi karena ia merasakan keresahan dengan banyaknya orang yang komplein tentang negara tetapi tidak berani melakukan apa-apa. Pada mulanya kehadiran anak muda ini ditentang oleh sebagian kelompok. Namun ia terus berusaha membuktikan bahwa anak muda juga mampu berkiprah di kancah politik. Salah satu kebijakan Wyatt yaitu menaikkan usia pensiun dari 65 menjadi 70 tahun dengan tujuan menghemat biaya kesehatan.

Culture | politik
Foto : Ist

Taavi Roivas, Perdana Menteri Estonia. Pria kelahiran 26 September 1979 ini dilantik menjadi Perdana Menteri termuda se-Uni Eropa. Ia mewakili Estonian Reform Party. Latar belakang pendidikan Taavi yaitu ekonomi dan pemasaran di University of Tartu. Karir politik Taavi telah dimulai saat usianya menginjak 25 tahun. Ia pernah diminta menjadi penasehat untuk Menteri Kependudukan, Menteri Keadilan, dan bahkan sebagai penasehat PM ketika usianya 26 tahun. Tidak heran, dengan demikian karir politiknya terus menanjak. Dia menggantikan PM sebelumnya, Andrus Ansip yang telah menjabat selama 10 tahun dan telah banyak membantu Taavi membina karirnya. Dibawah kepemimpinan Taavi Roivas, ia memprioritaskan sektor keamanan. Sebab negara Estonia merasa terancam oleh Rusia sejak Crimea di Ukraina diambil alih oleh Rusia.

Post your comments on Facebook