Film Posesif garapan sutradara Edwin dan rumah produksi Palari Films yang tahun lalu sukses di perhelatan Festival Film Indonesia (FFI) kini dapat dinikmati di iflix, yang merupakan salah satu media streaming terpopuler. Film tersebut juga merupakan salah satu produk iflix original. Di ajang FFI tahun lalu, Posesif berhasil menyabet tiga Piala Citra untuk kategori Sutradara Terbaik (Edwin), Pemeran Utama Wanita Terbaik (Putri Marino) dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Yayu A.W. Unru).

Culture | Movies
Foto: Ist

Sebelum diputar di jaringan bioskop mainstream pada Oktober tahun lalu, Posesif telah terlebih dahulu diputar di bioskop-bioskop independen dan komunitas. Sambutan publik yang cukup baik terhadap film Posesif kemudian membawanya ke ajang FFI. Posesif memiliki dua bintang utama yaitu Adipati Dolken (Yudhis) dan Putri Marino (Lala). Selain mereka, film ini juga turut dibintangi oleh Cut Mini Theo, Gritte Agatha, Chico Kurniawan, Maulidina Putrid an Yayu A.W. Unru.

Posesif mengisahkan sepasang remaja, Yudhis dan Lala, yang saling jatuh cinta. Dampak kecintaan yang teramat besar pada akhirnya berbalik menyerang diri mereka masing-masing. Secara perlahan, rutinitas Lala berpusat pada Yudhis sehingga Lala harus meninggalkan berbagai rutinitasnya sebagai atlet loncat indah. Seakan-akan di antara mereka terdapat medan magnet yang di satu waktu dapat saling menarik namun di waktu yang lain dapat saling menolak. Kontradiksi percintaan mereka akhirnya menjadi hubungan yang beracun.

Dalam rilis pers bersama iflix kemarin, Edwin, sang sutradara, mengemukakan bahwa kisah asmara yang beracun dan bahkan abusive seringkali terjadi pada remaja. Melalui Posesif, Edwin ingin menyorot isu tersebut dan menunjukkan betapa kisah asmara seperti itu merupakan potret kehidupan sekitar kita yang tidak hanya terjadi pada orang dewasa atau dalam lingkup rumah tangga. Setidaknya, film ini memberikan pandangan bagi publik untuk tidak meremehkan kisah ‘cinta monyet’.

Lanny/ wanita.me

Film Posesif merupakan film panjang pertama garapan Edwin. Meskipun demikian, Posesif bukanlah kiprah pertama Edwin di dunia perfilman. Karya-karya Edwin sebelumnya bahkan telah diakui secara internasional. Film pendeknya yang berjudul Kara Anak Sebatang Pohon (2005) menjadi film pendek Indonesia pertama yang tampil untuk sesi Director’s Fortnight pada Festival Film Cannes 2005. Karya Edwin yang lain yaitu film Babi Buta yang Ingin Terbang (2008) memenangkan FIPRESCI Award pada ajang Festival Film Internasional Rotterdam di Belanda. Film tersebut juga dibintangi oleh aktor dan aktris ternama Indonesia seperti Pong Harjatmo dan Ladya Cheryl.

 

Culture | Movies
Foto: iflix

 

 

Putri Marino pemeran Lala di Posesif 

 

Posesif merupakan film pertama garapan rumah produksi Palari Films dan pertama pula yang menjadi koleksi iflix. Digagas oleh Meiska Taurisia dan Muhammad Zaldy, Palari Films menandai kiprah perdana mereka bersama Posesif. Head of Marketing iflix Indonesia, Gavin Marne, mengungkapkan dalam rilis persnya bahwa Posesif memiliki cerita yang sangat kuat sehingga sangat layak untuk menjadi salah satu koleksi iflix. Sebagai salah satu platform penyedia layanan hiburan internasional, iflix menyediakan akses streaming acara televisi dan film. Mulai hari ini, para penggunanya dapat menonton dan mengunduh film Posesif.

Post your comments on Facebook