Pernahkah kamu perhatikan belakangan ini banyak wanita muda yang lebih memilih mengejar karir dan mementingkan pendidikan, sehingga mereka masih betah melajang sampai usia 30-an, sebuah angka yang sudah selayaknya membina rumahtangga.

Dewasa ini mulai di terjadi pergeseran kriteria wanita modern dalam keputusan memilih pasangan. Umumnya pilihan wanita modern memilih pasangan yang lebih mapan dan lebih sukses dari pada dirinya. Padahal sebagai wanita modern umumnya independen, mandiri, seharusnya tidak ada lagi harapan bergantung pada pasangan. Kemapanan disini menyangkut dengan kepribadian seperti sikap yang bertanggung jawab, mandiri, bisa mengatur keuangan, punya target dan visi-misi ke depan bersama istri.

Culture | opinion
Foto : Ist

Lalu mengapa wanita modern lebih mengidolakan pria mapan sebagai pasangan hidupnya membina rumahtangga?

Ada beberapa faktor yang menjadi latar belakangnya:

Faktor sosial budaya. Ada sebuah ekspetasi sosial seorang wanita modern dari pemilihan pasangan hidup yang mapan. Terkadang ada dengan alasan untuk meningkatkan status keluarga, melanggengkan bisnis dan kekuasaan atau harga diri wanita. Karena dari beberapa kasus identitas wanita sangat tergantung pada status perkawinannya.

Culture | opinion
Foto : Ist

Adanya pandangan yang berbeda tentang kriteria pemilihan pasangan. Perempuan yang pemikirannya matang akan lebih mengedepankan rasional dibanding emosional dalam memilih pasangan. Dengan kata lain cinta dan masalah fisik bukan menjadi faktor utama. Karena ada banyak hal yang harus dipikirkan setelah menikah.

Orientasi pada materialistis. Pemilihan atas dasar materi bukan lantaran ingin sekedar menumpang hidup. Tetapi lebih kepada kebutuhan untuk hidup di kota yang sangat tinggi. Kepemilikan properti dan kendaraan pribadi serta biaya jalan-jalan sepertinya sudah menjadi kebutuhan primer bagi wanita modern. Maka tidak heran jika dikatakan wanita zaman sekarang lebih menjatuhkan pilihannya pada pria mapan. Sebab perubahan orientasi pada material ketimbang pada nilai-nilai kultural seperti harus dari adat atau suku yang sama.

Culture | opinion
Foto : Ist

Kebutuhan psikologis wanita untuk menginginkan sosok pria yang mampu mengayomi. Wanita mau semodern apapun ia tetap membutuhkan sosok pria yang bisa mengayomi dirinya, diperhatikan, dimanja sesuai dengan karakter masing-masing.

Mencari keseimbangan dengan pasangan yang kuat. Wanita modern mendambakan pasangan yang kuat secara finansial, dan mental. Karena akan berimbas pada konteks sosial supaya terhindar dari pergunjingan.

Dari beberapa faktor dan alasan yang melatarbelakangi pria mapan menjadi idola para wanita modern, ada hal-hal penting yang tidak boleh diabaikan ketika memilih pasangan hidup. Yaitu; pantas untuk dicintai, bisa dipercaya, saling respek serta bisa berkembang bersama.

Post your comments on Facebook