Setelah gerakan #MeToo dan Women’s March, tahun 2018 sepertinya terus akan menjadi tahun terbaik bagi wanita di Amerika Serikat. Rachel Morrison, seorang sinematografer film, akan menjadi wanita pertama pada nominasi sinematografer terbaik di ajang Piala Oscar untuk film Mudbound (2017). Film tersebut mengisahkan dua veteran Perang Dunia II yang harus kembali berjuang kembali ke kehidupan nyata di mana mereka menghadapi rasisme dan depresi pasca-perang. Carey Mulligan, Jason Clarke, Jason Mitchell dan Mary J. Blige merupakan beberapa aktor yang membintangi film tersebut.

Culture | Profile
Foto: Ist

Di masa mudanya, Rachel sangat menyukai dunia fotografi dan video. Untuk mendalami hobinya tersebut, Rachel menempuh pendidikan di bidang film dan sinematografi di New York University. Belum puas dengan studinya tersebut, Rachel melanjutkan studinya kembali di bidang sinematografi dan mendapatkan gelar Master of Fine Arts dari American Film Institute Conservatory. Rachel sangat aktif di proyek film-film independen dan dokumenter pada awal karirnya terjun ke dunia sinematografi profesional,

Rachel juga pernah merasakan karir di dunia televisi. Pada tahun 2005, Rachel terlibat dalam film documenter Rikers High yang mengisahkan tentang pendidikan dan sekolah di kompleks penjara di Pulau Rikers. Dokumenter tersebut mendapatkan nominasi Emmy Award. Rachel kemudian menjajal dunia fotografi dengan menjadi pengarah foto pada sebuah reality show produksi MTV yang berjudul The Hills. Dalam kurun delapan tahun masa karir profesionalnya, Rachel mulai menjadi sinematografer yang dilirik oleh para produser besar. Pada ajang Women in Film Crystal + Lucy Awards tahun 2013, Rachel mendapatkan penghargaan Kodak Vision atas karya sinematografinya dan kolaborasinya dengan sutradara wanita.

Dee Rees, sutradara film Mudbound mengungkapkan bahwa Rachel adalah seorang sinematografer yang sangat humanis. Rachel dapat menangkap aura dan nuansa sebuah zaman beserta kehidupannya. Itu semua tebukti pada film Mudbound yang berlatar pasca Perang Dunia II. Rees menambahkan bahwa Rachel memiliki etos kerja yang sangat tertata. Dalam jadwal yang padat dan cuaca yang tidak menentu, Rachel dapat mengarahkan kru kameranya seefektif mungkin. Terlebih, Rachel tidak mudah puas dan selalu bereksperimen untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Culture | Profile
Foto: Ist

Untuk Mudbound, Rachel telah mendapatkan penghargaan sinematografer terbaik dari New York Film Critics Circle. Di ajang tersebut Rachel merupakan wanita pertama yang memenangkan kategori sinematografer terbaik. Lalu apakah akan terulang di ajang Piala Oscar? Dalam wawancaranya dengan CNN Entertainment, Rachel merendah dengan mengatakan bahwa dia mendukung pesaingnya Roger A. Deakins untuk memenangkan kategori tersebut untuk film Blade Runner 2049. Rachel merupakan penggemar karya-karya Roger sejak lama.

Belum cukup menjadi nominasi sinematografer wanita pertama di ajang Piala Oscar, capaian cemerlang Rachel lainnya adalah menjadi sinematografer wanita pertama dalam salah satu franchise Marvel Cinematic Universe (MCU) terbaru, yaitu Black Panther. Dalam film tersebut, Rachel merupakan orang yang berjasa menghidupkan Wakanda menjadi sebuah ‘kenyataan’. Dalam wawancaranya dengan Los Angeles Times, Rachel mengungkapkan bahwa bekerja di MCU sempat membuatnya minder dan terintimidasi. Efek visual, gonta-ganti set, banyaknya kru hingga lensa kamera yang terlampau canggih merupakan sesuatu yang baru dan sangat berbeda dengan pengalamannya bergelut di industri film independen.

Culture | Profile
Foto: Ist

Mungkin tidak seratus persen tepat apabila publik menyorot Rachel sebagai wanita pertama yang sukses di bidang sinematografi karena baginya, segala capaiannya merupakan hasil kerja keras dan keseriusan menekuni profesi. Selain itu, berdasarkan kuantitasnya memang tidak banyak jumlah wanita di bidang sinematografi profesional. Untuk itu, Rachel berharap semoga publikasi dan gembar-gembor mengenai dirinya menjadi wanita pertama pada nominasi sinematografer terbaik di ajang Piala Oscar dapat menjadi inspirasi bagi kaum wanita yang akan atau sedang bergelut di bidang tersebut.

Post your comments on Facebook