Hari ini tepat pada tanggal 10 Mei umat Kristiani merayakan Hari Kenaikan Isa Al Masih guna memperingati Kenaikan Yesus Kristus ke surga. Peristiwa ini tidak hanya dirayakan dan dirayakan di Indonesia saja, namun oleh seluruh umat Kristiani di seluruh dunia. Perayaan ini tidak hanya dirayakan secara religi, tapi juga menonjolkan adat dan budaya masing-masing daerah.

Culture|Events
Foto : Ist

Ternyata perayaan Hari Kenaikan Isa Al Masih di belahan bumi Eropa agak sedikit berbeda dengan yang kita lihat di Indonesia. Sarana umum masih tetap beroperasi seperti biasanya. Meskipun perayaan Hari Kenaikan Isa Al Masih sudah dikenal sejak tahun 68 Masehi.

Lantas bagaimana uniknya perayaan tersebut di beberapa negara Eropa? Berikut ini Wanita.me akan menyajikan ada 3 negara yang merayakan Hari Kenaikan Isa Al Masih secara unik.

Di Inggris, Hari Kenaikan Isa Al Masih bukanlah merupakan hari libur nasional mereka. Jadi yang diliburkan hanya sekolah-sekolah saja untuk nantinya akan berpastisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan hari besar tersebut. Sementara kantor, toko, lembaga pendidikan umum dan sarana transpostasi umum lainnya tetap beroperasi seperti biasanya.

Salah satu aktivitas yang menarik pada saat perayaan Hari Kenaikan Isa Al Masih yakni masyarakat Inggris mengadakan kegiatan tradisional. Seperti festival air dan menghiasi sumur. Perayaan ini lebih dikenal dengan nama Well Dressing di Derbyshire, menanam bersama atau Penny Hedge di Whitby, sebuah kota kecil di Yorkshire.

Ada pula semacam kepercayaan kuno yang mungkin masih dianut sampai sekarang oleh sebagian penduduk di Inggris, yaitu apabila turun hujan pada waktu Hari Kenaikan Isa Al Masih maka itu adalah isyarat dan pertanda buruk. Hal ini dikaitkan dengan gagal panen raya atau sejumlah hewan ternak milik masyarakat akan mati atau sakit.

Di Belanda, nyaris sama dengan Indonesia soal hari libur nasional pada Hari Kenaikan Isa Al Masih. Bahkan sebagian sekolah diliburkan selama 2-3 bulan dan menjadikan Hari Raya tersebut sebagai kesempatan untuk mengambil cuti tahunan dan berlibur. Meski sejumlah layanan masyarakat tutup, beberapa tempat umumnya lainnya seperti tempat wisata masih buka khusus untuk menarik minat pelancong. Upacara tradisional masyarakat di Belanda mereka ke kolam sebelum matahari terbit. Setelah itu mereka akan berjalan kaki dan menari ditengah embun (dauwtrppen) demi keperluan penyembuhan dan pembersihan.

Di Jerman, uniknya masyarakat dalam merayakan Hari Kenaikan Isa Al Masih mereka membagikan perhargaan pada momen tersebut. Salah satunya yaitu International Chairlemagne Prize. Penghargaan ini diberikan kepada seseorang yang dianggap telah memberikan kontribusi penting bagi kemanusiaan dan perdamaian.

Belum lagi masyarakat yang tergabung salam komunitas kawasan Eropa Barat, dimana Hari Kenaikan Isa Al Masih sekaligus dirayakan juga sebagai perayaan Hari Ayah (Maennertag) di beberapa wilayah di Jerman. Lantaran pada saat itu banyak para pria yang melakukan aktivitas di luar ruangan bersama dan aktivitas khas pria. Misalnya aktivitas hiking dan mengendarai kereta kuda.

Post your comments on Facebook