Apakah anda termasuk orang yang suka makan sushi atau sashimi? Orang yang tidak menyukai daging atau takut terkena penyakit yang diakibatkan oleh makanan mentah pasti tidak akan mengkonsumsi makanan ini. Namun, sebenarnya apakah resiko yang akan timbul jika seseorang terlalu banyak mengkonsumsi sushi atau sashimi?

Living | food
Foto : Ist

Belum lama ini seorang pria di Amerika Serikat dilarikan ke UGD karena kegemarannya mengkonsumsi sashimi setiap hari. Dikutip Washington Post, Sabtu (20/01), seorang pria asal Fresno, California mendapati cacing pita sepanjang 1,6 meter keluar dari lubang anusnya.

Dokter Kenny Banh, dokter yang menanganinya, menceritakan bahwa pria ini mengalami diare dan keram perut sebelum cacing ini keluar. Kepada Banh, pria ini juga menjelaskan bahwa cacing pita tersebut masih dalam keadaan hidup dan bergerak ketika keluar dari tubuhnya. Pria ini meyakini bahwa cacing pita yang tumbuh di dalam perutnya disebabkan kegemarannya memakan sashimi. Banh menyetujui pendapat pria tersebut. Namun, sebenarnya yang perlu dikhawatirkan adalah cara pengolahan sashimi.

Living | food
Foto : Ist

Sebagian besar parasit tidak dapat beradaptasi dengan tubuh manusia. Beberapa diantaranya mungkin dapat dicerna tanpa menimbulkan dampak yang parah bagi kesehatan. Namun, sebagian lagi bisa memberikan dampak yang berbahaya sehingga menimbulkan penyakit bawaan makanan (foodborne disease) atau keracunan makanan. Cacing pita merupakan jenis hewan parasit yang masuk ke tubuh manusia saat masih berbentuk larva. Cacing ini akan tumbuh besar dengan mengkonsumsi sari pati makanan yang masuk melalui usus manusia.

Badan Obat dan Makanan AS (CDC) pernah mengeluarkan panduan tentang cara mengolah makanan untuk menghilangkan parasit yang terkandung di dalamnya. CDC menyarankan untuk memasak makanan tersebut atau membekukannya pada suhu tertentu selama beberapa waktu. Hasil studi pada Januari 2017, CDC menemukan salmon yang ditemukan di Alaska mengandung larva cacing pita Jepang yang bernama Diphyllobothriumnihonkaiense. Cacing jenis ini bisa hidup bertahun-tahun dalam tubuh manusia dengan panjang mencapai 9 meter.

Living | food
Foto : Ist

Ikan mentah yang digunakan untuk membuat sushi atau sashimi sebelumnya telah dibekukan pada suhu -20°C selama tujuh hari atau dibekukan pada suhu -35°C selama 15 jam. Cara ini bertujuan untuk memperkecil resiko penyakit yang timbul setelah mengkonsumsi sushi atau sashimi. Namun, cara ini tidak menutup kemungkinan jika masih terdapat organisme berbahaya dalam jumlah sangat kecil dalam ikan mentah walaupun telah melalui proses pembekuan.

Seseorang yang mempunyai kekebalan tubuh rendah termasuk beresiko tinggi terkena penyakit foodborne disease. Orang yang mempunyai resiko tinggi disarankan untuk mengkonsumsi ikan mentah yang terdapat dalam sushi atau sashimi, antara lain : orang dengan keasaman lambung lebih rendah, ibu hamil, bayi, anak-anak, dan orang dewasa yang lebih tua. Bagi anda yang mempunyai resiko tinggi, disarankan untuk mengkonsumsi ikan yang sudah dimasak setidaknya 63°C selama 15 detik.

Post your comments on Facebook