Berbicara kembali tentang wanita inspiratif Indonesia, wanita.me membahas kembali sosok wanita yang mungkin namanya tidak pernah terdengar di telinga masyarakat Indonesia.

Wanita inspiratif Indonesia ini bernama Naila Novaranti dan berusia 36 tahun. Penampilannya sebagai seorang wanita tidak berlebihan, merias diri dan berpakaian sewajarnya. Tubuhnya pun tidak dipenuhi dengan perhiasan yang gemerlap, atau tas dan sepatu yang berharga puluhan juta. Fokus hidupnya hanya untuk keluarga dan bekerja. Tetapi, jika cerita tentang pengalaman dan karirnya membuktikan bahwa kemampuannya lebih mahal dari sekedar tas dan perhiasan.

wanita inspiratif indonesia | Opinion
Foto: Ist

Awalnya cita-cita Naila adalah menjadi seorang pramugari, karena ingin berkeliling dunia. Namun, waktu memasuki bangku kuliah, ia mengambil sekolah sekertaris. Meski tidak sampai selesai, Naila sempat bekerja sebagai sekertaris selama dua tahun di sebuah perusahaan minyak asal Amerika pada tahun 2001. Selama bekerja disana, ia sering mengunjungi Amerika. Setelah pulang dari Amerika, ia beberapa kali pindah kerja di perusahaan asing lainnya. Hingga, sejak tahun 2006 sampai sekarang, Naila bekerja di sebuah perusahaan parasut asal Amerika.

11 tahun lalu tepatnya ia diterima bekerja sebagai staf marketing Aerodyne. Aerodyne merupakan produsen peralatan terjun payung kelas atas di dunia. Ibarat mobil, Aerodyne adalah Mercedez-nya penerjun dunia. Aerodyne membagi pasarnya menjadi dua, sipil dan militer. Uniknya, Naila justru bertanggung jawab atas penjualan produk Aerodyne di kalangan militer. Ia mengisahkan, saat bergabung dengan perusahaannya itu, ia tidak banyak tahu soal terjun payung. Tapi keinginannya untuk belajar amat tinggi. Sebagai seorang marketing, tentunya Naila harus mengetahui detail setiap produk yang ia jual. Dari sinilah ketertarikannya dengan dunia terjun payung, terutama freefall muncul.

wanita inspiratif indonsia | Opinion
Foto: Ist
wanita inspiratif indonesia | Opinion
Foto: Ist

Tidak hanya belajar soal spesifikasi produk, ia memberanikan diri untuk belajar olahraga ekstrim ini. Ia belajar freefall di salah satu kantor tempatnya bekerja di Florida, Amerika Serikat. Florida selama ini dikenal sebagai kiblat terjun payung dunia. Tidak heran jika Naila dapat terjun sampai 10 kali per hari. Tak ayal juga talenta terjunnya terasah dengan baik. Akhirnya, sampai ia menduduki posisi Manager Marketing untuk produk militer, perusahannya meminta Naila sekaligus untuk melatih kesatuan-kesatuan militer yang menjadi kliennya. Naila harus mendemonstrasikan produk yang ia jual, sampai melatih pemakaiannya secara langsung.

Ibu 3 puteri ini menyatakan bahwa ia melatih 46 negara, walau tidak menyebut kesatuan secara spesifik, Naila menyebutkan pasukan yang ia latih banyak yang berasal dari pasukan elit dunia. Kliennya puas dengan yang Naila berikan, begitu juga perusahaan tempatnya bekerja. Perusahaan pun memintanya menjadi seorang pencari bakat atau talent scout, khususnya di kalangan milter. Naila juga menyebutkan beberapa orang Indonesia saat ini juga telah menjadi penerjun kelas dunia.

wanita inspiratif indonesia | Opinion
Foto: Ist

Tidak hanya sebagai Manajer Pemasaran, pelatih, dan Talent Scout, Naila juga memiliki tim terjun yang amat berprestasi di dunia. Tim yang bernama Simba itu Maret lalu menjadi juara 1 di kompetisi Indoor Skydiving Shamrock Showdown di Amerika Serikat. Tim Simba bahkan tercatat bertengger di peringkat tiga besar dunia terjun freefall kelas AA. Walau perusahaan tempatnya bekerja berbasis di Amerika Serikat, namun Naila tidak berpikir untuk memboyong seluruh keluarganya pindah ke negeri Paman Sam. Baginya, hidup di Indonesia itu amat menyenangkan. Beruntung perusahaannya tidak menuntut Naila untuk menetap di Florida. Naila pun lebih memilih repot bolak-balik Florida-Tangerang, ketimbang harus menetap di sana. Setiap bulan sekitar 1 minggu ia ke Amerika Serikat, kemudian kembali ke Indonesia. Naila menyebut, orang Indonesia yang membawa sifat-sifat baik khas Indonesia ke luar negeri pasti diminati dan disukai oleh orang luar negeri.

Menurutnya orang Indonesia adalah orang yang punya loyalitas tinggi terhadap pekerjaan. Selain itu, orang Indonesia adalah manusia yang ringan tangan, mau membantu orang lain walaupun bukan pekerjaan utamanya. Saat ini Naila berencana untuk meluaskan pengalamannya di bidang lain, namun yang masih berkaitan dengan produk-produk militer dan hobi luar ruangan. Beberapa perusahaan, seperti produsen alat selam, sepatu militer, hingga kompetitor Aerodyne pun sudah berebut meminang Naila menjadi karyawan mereka.

Post your comments on Facebook