Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang sakral. Pada Hari Raya tersebut orang saling berbondong-bondong saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan kepada saudara, teman ataupun kerabat yang dikenal. Saling mengunjungi rumah dan bertamu, juga merupakan ciri khas lebaran. Berbagai suguhan, baik makanan ataupun masakan di hidangkan untuk menyambut para tamu yang berkunjung. Biasanya, yang tidak pernah terlewat untuk dihidangkan di meja tamu adalah kue lebaran yang sudah melegenda seperti kastengels, nastar, dan lidah kucing. Namun, tahukah kamu asal dan sejarahnya kue-kue tersebut?

Berikut ini wanita.me akan membahas sedikit tentang sejarah kue lebaran yang selalu menghiasi meja tamu kita sebagai hidangan favorit semua orang:

  1. Kastengel
Living | food
foto: ist

Pasti sudah sangat mengenal dengan kue yang satu ini. Ciri khasnya adalah rasa keju yang dominan dengan taburan keju yang berada di atasnya. Kue ini sebenarnya berasal dari Belanda. Dari namanya saja sudah nampak kalau kue ini merupakan warisan dari negeri kincir angin. Kaas yang artinya keju dan stengel yang artinya batangan. Sebenarnya, jika melihat dari asalnya, kue ini tidaklah berukuran mini seperti yang biasa kita temukan. Namun awalnya dulu berukuran 30 centimeter. Saat itu di Indonesia pada zaman kolonial Belanda, tidak terdapat oven yang berukuran besar. Maka jadilah kue ini dibentuk kecil-kecil agar mudah dalam prosesnya.

  1. Nastar
Living | food
foto: ist

Nastar berasal dari bahasa Belanda yaitu Ananas berarti nanas dan taart yang berarti tart atau pie. Bentuknya sudah sangat kita kenal yaitu bulat yang berisi selai nenas atau varian lain, dengan bagian atas biasa dihias dengan cengkeh ataupun kismis. Kue ini juga merupakan warisan atau diperkenalkan oleh para nyonya Belanda di zaman kolonial dan masih populer hingga sekarang.

  1. Lidah Kucing
Living | food
foto: ist

Bentuk kue ini panjang, tipis dan renyah, layaknya lidah kucing. Kita juga sering menemuinya di toples-toples yang disuguhkan saat hari raya. Kue ini juga berasal dari Belanda dan sudah diperkenalkan sejak datangnya kolonial Belanda ke Indonesia. Dalam bahasa Belanda penyebutan kue ini adalah Katte Tong

Ternyata kue lebaran yang biasa kita santap di hari lebaran, merupakan warisan berguna yang diperkenalkan oleh para nyonya Belanda di era penjajahan. Namun sampai saat ini, terus diminati dan menjadi hal wajib untuk menghiasi isi toples kita di hari-hari besar keagamaan. Kue lebaran mana yang jadi favoritmu, ladies?

Post your comments on Facebook