Myanmar merupakan salah satu negara yang terletak di Asia Tenggara. Sama seperti Indonesia, Myanmar juga termasuk anggota ASEAN ( Assosiation of Southteast Asian Nation). Mynmar berbatasan dengan negara-negara seperti China, India, Thailand, Laos dan Bangladesh.

Jumlah penduduk Myanmar sekarang ditaksir sekitar 50 juta jiwa. 15 % dari jumlah tersebut adalah muslim yang berasal dari kota Arakan. Negeri yang sedang menjadi pemberitaan hangat ini, dulunya bernama Burma/Birma. Sebab suku Burma merupakan kasta pertama dalam memegang tampuk pemerintahan. Sementara kasta kedua adalah suku-suku lain seperti Rohingya, Chin, Magh dan Syan.

Culture | opinion
Foto : Ist

Para sejarawan menyebutkan, Islam datang pertama kali ke wilayah Arakan pada masa Daulah Abbasiyah yang dipimpin oleh Khalifah Harun Al-Rasyid melalui jalur damai, yakni dengan jalur perdagangan.

Karena sambutan dan disertai dengan pertumbuhan dakwah Islam yang cukup baik, maka pada tahun 1430 M-1784 M berdiri kerajaan Islam yang cukup lama berkuasa di Myanmar. Ada sekitar 48 raja yang memerintah negeri tersebut.

Namun kerajaan Islam itu runtuh oleh karena serangan Raja Burma yang beragama Budha, yaitu Bodawpaya. Kemudian ia menggabungkan wilayah Arakan ke dalam wilayahnya dengan tujuan agar peradaban Islam tidak lagi berkembang. Sejak itulah bencana umat bagi Islam di wilayah itu.

Peninggalan-peninggalan peradaban Islam di Myanmar dihancurkan, para da’i dan ulama dibunuh. Sekolah-sekolah dan masjid-masjid dirubuhkan. Pemuka agama Budha dari suku Birma terus-menerus melakukan intimidasi terhadap kaum muslimin dan menjarah hak milik mereka. Hal ini berlangsung hingga 40 tahun lamanya, sampai dengan kedatangan penjajahan Inggris pada tahun 1824 M. Lalu Inggris menggabungkan wilayah Myanmar dalam persemakmuran India. Pada tahun 1937 M, Inggris memisahkan wilayah Burma dan wilayah Arakan.

Culture | opinion
Foto : Ist

Tahun 1942 M, terjadi pembantaian muslim Rohingya oleh suku Magh yang diprovokasi dan dipersenjatai oleh Burma. Lebih 100.000 orang muslim tewas pada peristiwa itu, yang terdiri dari wanita, orang tua dan anak-anak.

Pada tanggal 4 Januari 1948, Inggris memerdekakan Burma secara penuh. Semua suku diundang dalam acara deklarasi tersebut, kecuali suku Rohingya.

Pada pemerintahan rezim militer yang berkuasa di Myanmar melalui kudeta Jendral Ne Win tahun 1962, umat Islam Rohingya yang bermukim di Arakan terus mengalami berbagai intimidasi serta tidak diakui hak-hak kewarganegaraannya.

Tapi, bukan berarti tidak ada bala bantuan yang membantu umat Islam Rohingya akibat diskriminasi yang berkesinambungan. Pada tahun 1970 Raja Faisal bin Abdul Aziz merupakan pemimpin dunia yang pertamakali membangun puluhan ribu camp pengungsian Rohingya di Arab Saudi. Saat ini, sekitar seperempat juta warga Rohingya telah tinggal aman di Arab Saudi.

Post your comments on Facebook