Hari Pendidikan Nasional atau lebih dikenal dengan singkatan HARDIKNAS, selalu diperingati oleh Bangsa Indonesia setiap tanggal 2 Mei. Wanita.me akan membahas sedikit tentang sejarah terjadinnya Hari Pendidikan Nasional atau HARDIKNAS.

Selasa, 2 Mei 2017 hari ini bertepatan dengan kelahiran sosok pejuang bangsa yaitu Bapak Ki Hadjar Dewantara yang tidak kenal lelah memeprjuangakan nasib rakyat pribumi agar dapat memperoleh pendidikan yang layak. Pahalawan yang memperjuangankan pendidikan nasional ini yang lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berasal dari keturunan keraton Yogyakarta. Beliau mengecam pendidikan di Sekolah Dasar ELS, dan melanjutkan ke sekolah Belanda yang bernama STOVIA atau Sekolah Dokter Bumipuetra namun tidak sampai lulus dikarenakan sakit.

hari pendidikan nasional | Opinion
Foto: Ist

Jenjang karir Beliau pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa tempat yaitu, Midden Java, Sedyotomo. Oetoesan Hindia, De Express, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada saat kabinet pertama Republik Indonesia, Beliau diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan mendapat anugerah gelar Doktor kehormatan Doctor Honoris Causa, Dr.H.C. dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1957. Pada saat masa penjajahan pemerintahan colonial Belanda di Indonesia, terdapat kenyataan bahwa hanya mereka keturunan Belanda dan orang-orang kaya saja yang dapat memperoleh pendidikan, sedangkan rakyat pribumi sengaja dibiarkan buta huruf dan tidak bisa mengenal pendidikan. Kritiknya terhadap kebijakan tersebut menyebabkan ia disingkirkan Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga oendidikan bernama Taman Siswa.

hari pendidikan nasional | Opinion
Foto: Ist
hari pendidikan nasional | Opinion
Foto: Ist

Salah satu filosofi dan hasil karya Beliau seperti kutipan kalimat “Tut Wuri Handayani” yang memiliki arti “Di Belakang Memberikan Dorongan” makna dari kalimat ini dijadikan motto dan slogan pendidikan serta menjadi landasan dalam rangka pendidikan di tanah air. Beliau wafat pada saat usia 70 tahun pada tanggal 26 April 1959, berkat usaha kerja keras dan jasanya dalam rangka merintis pendidikan di tanah air, Beliau dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia atas dasar Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959 pada tanggal 28 November 1959, dan hari kelahiran Beliau ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia.

hari pendidikan nasional | Opinion
Foto: Ist

Dengan adanya kemudahan dalam menepuh jenjang pendidikan saat ini diharapkan para generasi muda, siswa dan pelajar dapat memandaatkannya untuk menimba ilmu yang setinggi-tingginya. Seperti dalam kalimat kiasan “Tuntutlah Ilmu dari Buaian hingga ke Liang Lahat” atau “Tuntutlah Ilmu Hingga ke Negeri Cina” dapat Anda resapi sebagai: Menuntut ilmu itu tidak mengenal adanya batasan umur dan usia, serta tempat. Ilmu merupakan jendela dunia, tingkatkan budaya membaca buku yang bermanfaat, untuk Anda yang mempunyai keahlian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi maka dengan genggaman Anda, dunia dapat Anda kuasai.

Coba Anda bayangkan jika pendidikan tidak diperjuangkan saat itu, maka sudah dapat dipastikan Indonesia tidak mungkin dapat maju dan berkembang perekonomiannya seperti yang kita rasakan saat ini. Dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional setiap Tanggal 2 Mei ini diharapkan dapat memberikan makna tersendiri yang mendalam terhadap kemajuan pendidikan baik Formal maupun Informal di Indonesia. Selamat Hari Pendidikan Nasional…

Post your comments on Facebook