13 Februari 2017, Selamat Hari Radio Sedunia. Hari Radio ini ditetapkan pada Konferensi Umum Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (dalam bahasa Inggris : United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, disingkat UNESCO) sesi ke-36 pada 3 November 2011.

Radio sebelumnya dikenal dengan sebutan telegraf nirkabel. Lalu kemudian istilah radio diberikan pertama kali oleh fisikiawan Perancis Eduard Branly pada 1897 dan dipopulerkan oleh Lee De Forest tahun 1907 yang kemudian diadopsi Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1912. Lalu pada tahun 1920-an istilah radio dikenal secara luas di Amerika Serikat. Guglielmo Marconi adalah penemu radio, dan karenanya ia dianugerahi nobel fisika dan dunia inovasi radio pada tahun 1909. Alat yang diciptakan Marconi ini kemudian dinamakan dengan transmitter dan receiver, yang merupakan dasar dari radio.

Radio adalah media massa yang mempunyai jangkauan terluas terhadap masyarakat dunia. Radio juga diakui sebagai alat komunikasi yang kuat dengan biaya rendah. Radio secara khusus cocok untuk menghadapi masyarakat terpencil dan masyarakat rentan. Layanan radio juga mengalami perubahan sesuai dengan mengambil bentuk teknologi baru di masa konvergensi media sekarang, seperti broadband, ponsel dan tablet. Namun begitu juga ada yang mengungkap bahwa masih terdapat satu miliar orang yang tidak memiliki akses terhadap radio hari ini.

Tujuan perayaan Hari Radio Sedunia adalah, untuk meningkatkan kesadaran dikalangan masyarakat dan media tentang pentingnya radio, mendorong pengambil keputusan untuk membangun dan menyediakan akses informasi melalui radio, dan ikut meningkatkan jaringan dan kerjasama diantara lembaga penyiaran. Sampai saat ini Radio masih tetap menjadi media yang menjangkau khalayak seluas seluruh dunia, dalam waktu tercepat mungkin. Inilah yang membuat perayaan Hari Radio Dunia dilakukan UNESCO dengan mempromosikan radio dalam keadaan darurat dan bencana, dan mengedepankan pesan kebebasan berkespresi dan keselamatan jurnalis harus tetap dijaga. Radio juga memberdayakan korban dan orang-orang yang rentan, yang tetap memiliki hak privasi yang harus dihormati. Radio juga memiliki dampak sosial dan menyediakan akses ke informasi dengan begitu hak rakyat untuk informasi harus dilindungi bahkan di saat darurat dan bencana. Karena aksestabilitas langsung dari frekuensi radio sangat penting untung meyelamatkan nyawa.

Ditetapkannya Hari Radio Sedunia berawal dari Spanish Academy of Radio yang menganggap jika radio sebagai salah satu instrument penting dalam sosial dunia. Mereka berharap jika adanya peringatan Hari Radio Sedunia akan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai informasi di sekitar mereka. Juga untuk mengembangkan jejaring dan kerjasama Internasional antar para praktisi penyiar radio.

“Hari Radio Sedunia (World Radio Day) adalah hari yang dirayakan setiap tanggal 13 Februari setiap tahun untuk lebih memperhatikan radio, mengapa kita menyukainya dan mengapa kita membutuhkannya saat ini lebih dari sebelumnya. Pada hari perayaan radio ini, orang-orang mendalami ingatan mengenai kekuatan unik radio untuk menyentuh kehidupan dan menyatukan semua orang disetiap sudut dunia.”

Post your comments on Facebook