Nama Pamela Ardana kerap kali dikaitkan dengan gaya liburan mewahnya yang menghiasi akun instagram-nya @pamelaardana. Bahkan saat liburan di area persawahan, ia selalu menenteng tas bernilai ratusan juta. Pamela belakangan dikenal sebagai seorang selebgram asal Magelang, Jawa Tengah yang juga hobi mengoleksi tas branded dunia. Tidak heran namanya sangat terkenal di Singapura dan China.

Gaya hidup Pamela yang berbalut kemewahan mengundang tanda tanya dan penasaran para netizen. Siapa sebenarnya Pamela Ardana ini? Yuk, kenalan dengan si cantik kolektor tas bernilai 1,4 miliar rupiah ini.

Culture | Profile
Foto : Ist

Wanita cantik yang juga dikenal sebagai milyader muda ini ternyata merupakan seorang pengusaha kopi instant dengan brand Luwak Coffee Global yang sudah ia dirikan pada tahun 2014 silam. Produk kopi tersebut di ekspor ke mancanegara, seperti ke negara China. Dan ia kerap menghadiri acara-acara mewah dan penting di Singapura dan China.

Wanita yang juga alumni Universitas Kristen Petra Surabaya ini, selain dikenal sebagai pengusaha kopi ia juga seorang pengusaha tas dengan kualitas dunia. Foto-foto tas mewahnya kerap ia bagikan pada 70 ribu followernya di instagram. Untuk bisnis tas-tas branded yang digeluti wanita berusia 28 tahun ini, ia memberikan label nofauxofficial. Menurut Pamela, ia memberikan label tersebut pada bisnis tasnya, lantaran terinspirasi dari koleksinya yang sebagian besar dari brand Hermes.

Culture | Profile
Foto : Ist

Dalam sebuah wawancara acara televisi, ia mengaku bosan telah mengoleksi tas branded-nya selama 10 tahun belakangan ini. Karena, ternyata pada acara-acara mewah banyak wanita lain yang menggunakan tas yang sama dengan dirinya, sehingga ketika menenteng tas kembaran bukan sesuatu yang ia sukai. Atas dasar itulah, ia memulai bisnis tas branded miliknya sendiri. Dari foto-foto yang kerap diunggahnya ke instagram, ia kerap mendatangi acara-acara fashion yang diadakan oleh Burberry, Tiffany & Co, Louis Vuitton, Christian Louboutin hingga Gucci.

Pamela mewarisi jiwa bisnis dari ayahnya, seperti yang dikutip dari Prestige Singapura. Ayah Pamela merupakan seorang pengusaha ekspor rempah-rempah di Indonesia. Sang ayah jugalah yang pertama kali mendidik jiwa enterpreneur Pamela sejak kecil. Kemudian setelah dewasa ia menimba ilmu di bidang bisnis yaitu di Edinburgh Business School.

Culture | Profile
Foto: Ist

Walaupun kini ia dikenal sebagai pengusaha yang kini menetap di Singapura, namun Pamela mengaku mahir berbicara dalam bahasa Jawa sebagai bukti rasa cinta tanah air. Tidak heran ia terlihat sangat eksis di Negeri Singa tersebut. Sosok Pamela juga masuk dalam majalah fashion di Singapura.

Saat ini menurut Pamela, koleksi tas branded-nya yang mencapai harga 1,4 miliar rupiah tersebut masih dari merk Hermes Birkin Himalayan Nilo Crocodile. Walaupun hidupnya bertabur kemewahan, dalam sebuah wawancara Pamela mengaku ia menerapkan pola hidup sehat dan tidak menyukai alkohol dan rokok. Apik tenan tho

Post your comments on Facebook