Anxiety disorder adalah rasa cemas berlebih. Perasaan ini adalah hal yang wajar. Sering terjadi dan dirasakan oleh semua orang termasuk anak kecil. Rasa cemas sendiri timbul karena adanya rasa tertekan di hati dan ketakutan berlebih. Umumnya, orang-orang merasa cemas saat menunggu keputusan, entah itu review kerja, ujian atau mengambil keputusan yang melibatkan banyak hal.

Meskipun demikian, kita harus dan wajib menjaga sisi emosional yang mampu menggiring pada rasa cemas berlebih. Rasa cemas dan ketakutan yang tak terkendali tentu tak wajar, bisa jadi kamu terkena Anxiety Disorder. Yakni, gejala cemas berlebih yang sukar dihilangkan dan cenderung membuat orang panik bukan main. Anxiety Disorder sendiri dibagi dalam 3 kelompok yakni:

1. Generalized Anxiety Disorder (GAD)

Anxiety Disorder
Foto: Ist

 

Kelompok ini bisa dibilang masuk ke kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang sangat berlebihan. Jenis kecemasan ini berlangsung secara persisten dan cenderung tidak terkendali. Orang dengan GAD versi ini bisa sangat gelisah meski sedang tidak berada dalam situasi yang menegangkan sekali pun alias baik-baik saja.

Rasa khawatir dan tegang yang berlebihan terkadang juga diiringi dengan gejala fisik, seperti gelisah, sulit konsentrasi, dan bahkan kesulitan tidur (insomnia). Mereka yang sedang mengalami Anxiety Disorder umumnya hanya bisa merasakan kekhawatirannya sendiri tanpa mampu mengungkapkannya pada orang lain. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari si penderitanya.

2. Panic Disorder

Anxiety Disorder
Foto: Ist

Tidak seperti cemas biasa, panic disorder muncul secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa adanya alasan  jelas. Mereka yang mengalami kondisi ini umumnya akan menunjukkan gejala-gejala fisik diantaranya: keluar keringat berlebih, nyeri di bagian dada, nyeri kepala, napas memburu, dan detak jantung yang tidak teratur. Banyak orang yang mengira bahwa semua  gejala tersebut sebagai tanda awal serangan jantung.

3. Phobia spesifik

Anxiety Disorder
Foto: Ist

Jenis ini masuk dalam jenis anxiety disorder. Kondisi di mana ketakutan yang berlebihan dan secara terus-terusan terhadap suatu objek, situasi, atau aktivitas tertentu yang umumnya tidak berbahaya. Contohnya fobia badut, laba-laba, ketinggian, balon, jarum, darah, dan lain sebagainya.

Selain tiga jenis di atas, kamu juga wajib mengetahui tanda-tandanya lho. Waspada sejak dini daripada menyesal di kemudian hari.

Anxiety Disorder
Foto: Ist

Gangguan kecemasan secara umum

Secara umum seseorang yang mengalami gangguan ini cenderung mudah marah, gelisah, mudah tersinggung dan susah berkonsentrasi.

Akan terjadi gangguan panik

Ciri dari tahap ini adalah saat mereka mengalami debaran jantung berlebih, susah tidur, napas tersengal-sengal susah mengendalikan ketakutan dan otot sering kram.

Bersikap kompulsif

Perilaku kompulsif artinya aktivitas yang dilakukan secara tidak sadar kamu lakukan untuk menenangkan diri. Bisa sesuatu yang tak terlihat, misalnya berulang-ulang berkata dalam hati, “semuanya akan baik-baik saja.”

Perfeksionis

Selalu ingin tampil perfect, ini bisa memicu Anxiety Disorder. Mereka akan cenderung panik dan cemas saat penampilannya buruk. Mereka akan terus berusaha sempurna, jika tidak terjadi mereka akan merasakan kegelisahan yang sangat berlebih.

Phobia sosial

Mereka cenderung terlalu takut jika akan menjalin hubungan dengan orang lain. Parahnya, mereka tidak akan mampu keluar rumah. Mereka akan cenderung merasakan bahwa orang-orang di sekitar memerhatikannya. Sehingga timbul kecemasan, tangan bergetar dan rasa mual seketika. Hal-hal ini akan sering terjadi dan membuatnya sulit bergaul dengan orang baru, menjaga hubungan, atau berprestasi di sekolah maupun tempat kerja.

Anxiety Disorder
Foto: Ist

Bersyukurlah jika kamu tak memiliki ciri di atas. Jangan pernah menyepelekan gangguan ini karena penderita Anxiety Disorder jika sudah fatal akan cenderung ingin mengakhiri diri jika rasa panik datang secara terus menerus. Belajar peka dengan keadaan sekitar dan rangkul mereka agar gangguan itu berkurang dan berganti dengan rasa percaya diri.

Post your comments on Facebook