Tahukah kamu bahwa siklus haid setiap wanita berbeda satu sama lainnya? Demikian juga halnya dengan gangguan-gangguan yang menyertai haid wanita. Tetapi secara garis besar, ada macam gangguan haid yang wajib kamu ketahui dan kerapkali dialami wanita.

Polimenorea. Gangguan haid yang dialami wanita dimana frekuensinya terlalu sering dan siklusnya hanya berlangsung selama 21 hari. Tidak heran dalam satu bulan kamu mendapatkan dua kali haid. Meski sebulan haid dua kali tetapi setiap kali haid masa haid bisa normal, sekitar 6 hari dengan volume darah yang banyak.

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

Oligomenora. Gangguan haid pada wanita yang jarang mendapatkan haid dengan siklus yang kurang jelas. Terkadang siklus haid normal tetapi kadangkala bisa mencapai 35 hari atau bahkan dua sampai tiga bulan sekali baru mendapatkan haid. Masa haid pun terkadang singkat, hanya dua hari dengan volume darah yang sedikit.

Amenorea. Gangguan haid yang dialami seorang wanita dimana ia tidak mendapatkan haid selama 3 bulan berturut-turut. Bila dilihat dari penyebabnya gangguan haid Amenorea dapat dibedakan menjadi 2 macam:

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

Amenore normal,bisa terjadi karena wanita tersebut telah mengalami masa menopouse. Pada saat menopouse terjadi penurunan jumlah hormon yang membuat siklus haid terganggu. Amenore normal juga bisa terjadi pada ibu menyusui. Hai ini disebabkan karena pada masa menyusui produksi hormon menyusui sangat tinggi. Sehingga hormon menyusui tersebut menekan produksi hormon tertentu yang mengakibatkan siklus haid wanita menjadi terganggu unrtuk sementara waktu. Tapi setelah selesai proses menyusui, maka gangguan itu akan normal kembali.

Sementara Amenore apatologik, disebabkan oleh adanya gangguan hormon. Penyebab gangguan hormon bermacam-macam, seperti adanya gangguan di dalam organ reproduksi, kegemukan dan pemakaian alat-alat kontrasepsi seperti pil, suntik dan susuk. Efek samping pemakaian kontrasepsi mengakibatkan keseimbangan hormon didalam tubuh akan terganggu sehingga membuat siklus haid pun ikut terganggu pula.

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

Ketiga gangguan haid diatas bisa dialami oleh segala usia. Namun untuk gangguan haid polinemorea dan oligomenorea umumnya banyak terjadi pada kalangan remaja yang belum lama mendapatkan haid pertamanya. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi hormon tubuh remaja awal belum stabil. Kondisi itu masih bisa berlanjut sampai 2-3 tahun ke depan. Zaman sekarang usia normal remaja mendapatkan haid pertamanya sekitar 9-10 tahun. Bila sampai usia 16 tahun belum mendapatkan haid, sebaiknya orang tua waspada agar bisa lebih awal diketahui penyebab gangguannya.

Tapi kamu tidak perlu gelisah bila mengalami gangguan haid seperti diatas. Karena semuanya bisa diatasi sesuai dengan faktor penyebabnya.  Jika gangguan haid diakibatkan oleh gangguan hormon, maka bisa diatasi denga terapi hormon. Namun jika karena suatu penyakit, maka penyakitnya perlu disembuhkan terlebih dahulu maka siklus haid lambat laun akan normal kembali.

Post your comments on Facebook