Warga Surabaya baru saja dikejutkan dengan amblasnya Jalan Raya Gubeng yang terjadi pada Selasa (18/12) malam, pukul 21.49 WIB. Fenomena amblasnya jalan yang memutus arus lalu lintas kota ini disebut juga dengan sinkhole.

 

Fenomena sinkhole ini bisa cepat ditangani oleh sebagian negara maju karena dianggap cukup ‘biasa’ terjadi setiap tahunnya. Namun berbeda dengan Indonesia, fenomena ini tergolong kejadian mengejutkan bagi masyarakat, karena sangat langka dan hanya pernah dialami oleh beberapa daerah saja, seperti Sukabumi, Yogyakarta, Malang, dan Brebes. Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta ilmiah di balik terjadinya fenomena tak biasa ini.

Terbentuk oleh erosi

Sinkhole atau sink merupakan sebuah lubang pada suatu lahan yang biasanya terbentuk oleh erosi akibat sering terpapar air. Salah satu penyebab adalah amblasnya batuan yang mendasari tanah. Kondisi fisik tanah yang telah berubah, menjadi tidak mampu lagi menahan beban, baik dari atas, tekanan berbagai arah, ataupun gravitasi bumi. Lubang ini seringkali terjadi pada daerah-daerah di mana batuan dasarnya terbentuk dari mineral lunak dan batuan dengan kandungan garam, batu kapur, dolomit, gipsum, atau lainnya yang termasuk dalam kelas batuan evaporasi atau karbonat.

Sinkhole Surabaya
Surabaya Amblas

Berkembang perlahan

Biasanya, sinkhole ini berkembang secara perlahan karena batuan dasar dilemahkan oleh air yang berubah asam akibat menyerap karbon dioksida dan berinterasi dengan tanaman. Air hujan pun turut berperan, tapi air yang tidak terlihat di permukaan juga penting untuk dijadikan bahan pertimbangan. Saat air asam melarutkan batuan, maka saluran pun terukir atau membentuk suatu lorong bawah tanah untuk jalannya air tersebut. Saluran ini yang pada masanya akan membentuk cekungan bawah tanah atau dikenal sebagai daerah resapan.

Daerah resapan jelas berkontribusi penuh atas pembentukan sinkhole. Ketika air membanjiri sink yang perlahan makin berkembang, maka beberapa lapisan tanah dan material lainnya dapat terperangkap dalam saluran, kemudian menjebak air, membatasi kemampuannya untuk mengalir ke luar.

Sinkhole Surabaya
Foto: Ist

Tanah yang kekurangan air juga bisa menjadi penyebab terjadinya sinkhole. Di beberapa rongga bawah tanah, air mungkin benar-benar menahan lapisan tanah yang cenderung tipis agar mampu menahan beratnya beban. Jika tingkat ketinggian air tersebut menurun, maka kekuatannya tak akan lagi bisa menahan beban lebih jauh hingga akhirnya amblas.

Kedalaman cukup dramatis

Umumnya, kedalaman sinkhole akan terlihat cukup dramatis, tapi memang di kedalaman itulah proses utamanya terjadi. Karakteristik setiap sinkhole berpusat pada segala material, celah, dan rongga yang terletak di bawah tanah di atas batuan dasar. Ketika celah ini berkembang, meluas, dan bergabung, maka tanah dari lapisan penutup mulai mengisi kekosongan yang ada.

Ada beberapa kasus sinkhole yang tiba-tiba membuka, lalu menelan mobil yang baru saja lewat atau parkir beberapa saat.Kejadian itu terbentuk karena distribusi kekuatan materi di bawah lapisan utama yang tidak lagi cukup stabil untuk menahan beban. Jenis sinkhole yang paling umum terjadi ini dikenal dengan sebutan cover-collapse sinkhole atau sinkhole tipe penutup-runtuh.

Sinkhole Surabaya
Jalan Raya Gubeng, Surabaya

Meskipun fenomena sinkhole ini dapat muncul tiba-tiba, erosi yang menyebabkan segalanya terjadi kemungkinan telah ada sejak beberapa minggu atau tahun sebelumnya. Apalagi, kejadiannya berada jauh di bawah tanah dan tak terlihat oleh mata.

Lapisan tanah bersifat lunak

Biasanya, lapisan atas dari cover-collapse sinkhole ini merupakan lapisan tanah yang cenderung bersifat lunak. Tak heran jika kemudian statusnya menjadi berbahaya jika mendapat banyak beban.

Seiring berjalannya waktu, sebuah gua kecil terbentuk di bawah tanah tersebut. Sedimen yang mengambil keuntungan dari lahan kosong akan mulai tumpah dan mengalir ke dalam ruangan yang terbentuk. Proses inilah yang dikenal sebagai spalling. Ketika proses ini berlanjut, ruang di bawah tanah tersebut akan terisi dengan lebih banyak sedimen, mengosongkan bagian di bawah lapisan penutup.

Sinkhole Surabaya
Foto: Ist

Akhirnya, lapisan penutup menjadi sangat tipis dan bisa tiba-tiba runtuh ke dalam ruang di bawah, menciptakan sinkhole. Pada beberapa kasus, penutup memang dapat menopang beratnya sendiri, tapi kemudian hancur ketika ada tambahan beban, baik dari manusia ataupun mobil yang bernasib malang ketika melewatinya.

Padatnya aktivitas perkotaan jadi salah satu penyebab

Dilansir dari Southwest Florida Water Management District, sinkhole yang terjadi di tengah perkotaan biasanya akibat dari aktivitas di daerah terbentuknya lubang tersebut. Beberapa penyebab munculnya fenomena sinkhole ini diakibatkan oleh kombinasi aktivitas industri atau pembangunan, sementara beberapa lainnya disebabkan oleh batuan dasar kapur yang lunak dan lapisan penahan beban permukaan yang tinggi atau tebalnya kurang dari 200 kaki (61 meter).

Sejumlah aktivitas manusia di perkotaan pun diketahui menjadi salah satu penyebab sinkhole terburuk sepanjang sejarah di seluruh dunia, seperti misalnya terlalu padatnya lalu lintas kendaraan, pembentukan kolam dalam tanah atau badan air, adanya pipa dalam tanah yang rusak, meningkatnya aliran air yang deras, pengeboran, penambangan, hingga perubahan berat yang berlebihan.

Sinkhole Surabaya
Jalan Raya Gubeng, Surabaya

Sinkhole juga kerap terbentuk di tempat-tempat yang terdapat air mengalir secara teratur atau ketika sumber air dipindahkan, terutama dengan cara memompa keluar air tanah. Pipa yang rusak juga dapat berkontribusi secara nyata, tak hanya dengan membanjiri dan melemahkan tanah, tapi juga dapat memberikan ruang untuk kotoran dan batu yang seharusnya mengelilingi pipa. Setelah semua material tersebut berpindah, maka tanah sekitarnya menjadi tidak stabil dan membentuk sinkhole, pembuangan kotoran atau air baru, ataupun bencana lainnya.

Semoga para petugas terkait bisa segera menemukan penyebab utama terjadinya sinkhole di Surabaya, sehingga bisa diatasi dengan cepat dan sebaik mungkin. Harapannya, fenomena serupa tidak terjadi di daerah manapun di Indonesia, agar semua masyarakat selalu aman dalam beraktivitas.

Post your comments on Facebook