Usai sudah libur panjang akhir tahun 2018. Kini saatnya kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Anak sekolah kembali bersekolah dan para karyawan kembali ke rutinitasnya di kantor. Malas? Tentu saja perasaan itu datang mendera, tapi apa mau dikata, liburan telah usai. Bahkan, perasaan yang timbul di hari pertama masuk kerja tak hanya malas, tapi juga cepat lelah. Padahal, hanya duduk di depan komputer dan bercengkerama dengan rekan di kantor saja rasanya badan sudah begitu lelah. Apa penyebabnya ya?

 

Social jet lag hanyalah ilusi tubuh

Melansir dari Vogue, Dr. Till Roenneberg, profesor dari Institute of Medical Psychology di Universitas Munich mengatakan, semua itu hanya ada dalam pikiran Anda. Dengan kata lain, semua kelelahan tersebut berupa ilusi yang diciptakan oleh pikiran Anda. Jika sudah begitu, tubuh memerlukan waktu paling tidak seminggu agar bisa kembali seperti semula.

Social Jet Lag - Wanita.me
Foto: Ist

Sindrom merasa mudah lelah pasca liburan ini disebut dengan social jet lag yang terjadi akibat dari perubahan jadwal tidur ketika Anda sedang libur bekerja. Ketika libur Natal dan Tahun baru, tubuh terbiasa tidur hingga larut malam dan bangun di siang hari. Selain itu, saat liburan, Anda pun terbiasa untuk tidak menggunakan alarm. Akibatnya, kebiasaan liburan tersebut akan menjadi lebih dekat dengan irama sirkadian tubuh.

Sebaliknya, kondisi yang berbeda 180 derajat akan Anda rasakan ketika harus mulai kembali bekerja. Anda harus bangun lebih pagi dan tidur lebih cepat yang secara tak langsung memaksa tubuh untuk melawan irama sirkadian tersebut. Hal inilah yang membuat Anda berpkir bahwa tubuh Anda lelah, reaksi lebih lambat, dan ingatan lebih melemah.

Social Jet Lag - Wanita.me
Foto: Ist

Reaksi seperti itu bisa disamakan dengan jet lag saat sedang bepergian, tapi cara mengatasinya berbeda. Jet lag karena bepergian bisa diatasi dengan cara mengurangi paparan sinar matahari karena akan sangat berguna untuk membantu Anda mengatur ulang jam alami tubuh. Namun, social jet lag ini tak bisa diselesaikan tuntas dengan cara yang sama. Berada di kantor dengan cahaya yang terbatas hanya akan sedikit membantu mengurangi sindrom tersebut.

Faktanya, kebanyakan orang justru memilih langkah yang salah untuk mengatasi social jet lag  ini. Kebanyakan dari mereka menggunakan cara praktis yang tak sehat, misalnya mengonsumsi kafein berlebihan, rokok, bahkan alkohol.

Tak hanya itu saja, kelelahan akibat social jet lag juga dapat memicu peningkatan konsumsi makanan.  Umumnya, para penderita social jet lag  ini akan mengalami peningkatan risiko makan berlebih dan kegemukan hingga 33 persen dalam setiap jamnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya jam tidur yang berpengaruh pada metabolisme tubuh.

Social Jet Lag - Wanita.me
Foto: Ist

Cara tepat menangani social jet lag

Bagaimana cara mudah untuk mengatasi social jet lag  ini? Roennenberg menyarankan untuk melakukan jalan santai kurang lebih 20 menit di hari yang berawan. Dengan cara tersebut, Anda kemungkinan 30 kali lebih banyak terpapar cahaya matahari dibanding duduk di kantor selama 12 jam. Selain itu, cobalah untuk tidur selama kurang lebih sembilan jam di malam hari, selama empat hari berturut-turut, dan pastikan tidur Anda berkualitas. Hentikan kebiasaan bermain ponsel di tempat tidur, matikan televisi, dan hindari mengonsumsi kafein setelah jam 2 siang.

Social Jet Lag - Wanita.me
Foto: Ist

Dengan cara ini, sindrom social jet lag  yang Anda alami pun akan perlahan sirna. Segala rutinitas dan aktivitas bisa kembali Anda lakukan dengan semangat baru yang jauh lebih baik.

Post your comments on Facebook